Nasional

“HAKORDIA 2025: Revolusi Mental Adhyaksa, Aplikasi ‘Integrity Scanner’, Dana Korupsi untuk Startup Anak Muda, Berantas Korupsi, Lahirkan Unicorn Baru!”

Nasional

Jakarta, 9 Desember 2025 – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), Kejaksaan Republik Indonesia (RI) tidak hanya beretorika, tetapi meluncurkan gebrakan revolusioner: memodernisasi diri dengan aplikasi “Integrity Scanner”, menggandeng anak muda dalam pengawasan, dan menginvestasikan dana hasil korupsi untuk mendukung startup inovatif. Jaksa Agung RI, Burhanuddin, menegaskan, “Korupsi adalah musuh inovasi. Kita berantas korupsi, kita lahirkan unicorn baru!”

Tema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat” diwujudkan dalam tiga langkah strategis:

Revolusi Mental Adhyaksa: Program “Adhyaksa Berintegritas” digalakkan dengan aplikasi “Integrity Scanner”. Setiap insan Adhyaksa wajib melaporkan harta kekayaan, gaya hidup, dan interaksi sosial secara berkala. AI akan menganalisis data untuk mendeteksi potensi konflik kepentingan dan pelanggaran kode etik. Sanksi tegas menanti bagi yang melanggar!
Pengawasan Partisipatif: Kejaksaan menggandeng komunitas anak muda dalam pengawasan. Aplikasi “Lapor Jaksa” memungkinkan masyarakat melaporkan dugaan korupsi dengan mudah dan aman. Tim independen yang terdiri dari aktivis, jurnalis, dan akademisi akan memverifikasi laporan dan memberikan rekomendasi kepada Kejaksaan.
Investasi untuk Masa Depan: Dana hasil korupsi tidak hanya dikembalikan ke kas negara, tetapi diinvestasikan dalam startup anak muda yang inovatif dan berpotensi menciptakan lapangan kerja. Kejaksaan bekerja sama dengan venture capital profesional untuk memilih startup yang layak didanai.

“Kami ingin menciptakan ekosistem anti korupsi yang kuat, dimulai dari diri sendiri, melibatkan masyarakat, dan memberikan dampak positif bagi ekonomi,” jelas Jaksa Agung.

Program ini diharapkan dapat:

Meningkatkan integritas dan profesionalisme insan Adhyaksa.

Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan.

Mendorong inovasi dan kewirausahaan di kalangan anak muda.

Menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    Kejaksaan RI juga berkomitmen untuk:

    Transparansi: Mempublikasikan data penanganan perkara korupsi secara berkala.

    Akuntabilitas: Melibatkan auditor independen dalam mengaudit kinerja Kejaksaan.

    Efektivitas: Meningkatkan efektivitas penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang ada.

      “Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam gerakan anti korupsi. Bersama, kita bisa menciptakan Indonesia yang bersih, adil, dan makmur!” seru Jaksa Agung Burhanuddin.

      (red)

      Anda mungkin juga suka...

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *