
Tateli, Kamis, 18 Desember 2025 | 19.00 WITA – Di tengah gemerlap Mercure Tateli Resort, Rapat Koordinasi dan Evaluasi TP-PKK Kabupaten Minahasa Tahun 2025 bukan hanya ajang laporan kinerja, melainkan panggung revolusi mental. Bupati Robby Dondokambey, S.Si, MAP, dengan nada berapi-api, mengajak PKK untuk keluar dari zona nyaman, menjadi pelopor perubahan yang menyentuh hati dan mengubah nasib keluarga Minahasa, bukan sekadar “ibu-ibu birokrat” yang menjalankan program tanpa makna.
Acara yang dibuka dengan khidmat oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina Dondonkambey-Lengkong, S.E., ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan keluarga modern.
Bupati Robby Dondokambey, dengan gestur penuh semangat, menekankan bahwa PKK harus menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan keluarga untuk mencapai kesejahteraan yang hakiki. Ia menantang PKK untuk menjadi “dokter cinta” yang mampu menyembuhkan luka-luka keluarga akibat kemiskinan, kekerasan, dan ketidakadilan.
“PKK bukan sekadar organisasi, tapi gerakan hati. Kita harus menyentuh hati keluarga-keluarga yang membutuhkan, memberikan harapan, dan membantu mereka mengubah nasib,” seru Bupati Robby Dondokambey dengan mata berbinar.
Bupati Robby Dondokambey meluncurkan “Gerakan Keluarga Bahagia”, yang berfokus pada lima pilar utama:
Rumah Curhat PKK”: Layanan konseling gratis dan rahasia bagi keluarga yang mengalami masalah, seperti kekerasan dalam rumah tangga, masalah keuangan, atau masalah anak. Kader PKK dilatih menjadi konselor yang empatik dan profesional.
Sekolah Orang Tua Hebat”: Program pendidikan yang membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pengasuhan anak yang positif, komunikasi efektif, dan pengelolaan keuangan keluarga.
Dapur Sehat PKK”: Program pelatihan memasak makanan bergizi dan terjangkau bagi keluarga kurang mampu. Kader PKK mengajarkan cara memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk menciptakan hidangan yang lezat dan sehat.
Koperasi Keluarga PKK”: Koperasi yang memfasilitasi akses keluarga terhadap modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pemasaran produk. PKK membantu keluarga mengembangkan usaha mikro yang berkelanjutan.
Relawan Kebersihan PKK”: Gerakan kebersihan lingkungan yang melibatkan seluruh anggota keluarga. PKK mengajak keluarga untuk menjaga kebersihan rumah, lingkungan, dan tempat-tempat umum.
Bupati Robby Dondokambey juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PKK dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam “Gerakan Keluarga Bahagia”.
“Kita harus membangun solidaritas sosial yang kuat untuk membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan. PKK harus menjadi jembatan yang menghubungkan keluarga dengan sumber daya yang tersedia,” ujarnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina Dondonkambey-Lengkong, S.E., menyambut baik “Gerakan Keluarga Bahagia” dan menyatakan kesiapan PKK untuk menjadi pelopor revolusi mental keluarga di Minahasa.
“Kami siap menerima tantangan dan terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Minahasa. Kami yakin bahwa dengan semangat gotong royong dan kerja keras, kita akan mampu mewujudkan Minahasa yang bahagia, sejahtera, dan berkeadilan,” ujar Ny. Martina Dondonkambey-Lengkong dengan senyum optimis.
Rapat Koordinasi dan Evaluasi TP-PKK Kabupaten Minahasa kali ini bukan sekadar acara formalitas, melainkan panggilan jiwa untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Dengan “Gerakan Keluarga Bahagia”, PKK siap menjadi agen perubahan yang menyentuh hati dan mengubah nasib keluarga Minahasa.
(red)
