Nasional TNI POLRI

JALESVEVA JAYAMAHE: PANITIA IMPC 2026 JALIN KOLLABORASI DENGAN GUBERNUR DIY SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO KE-X, TEMA “BUDAYA YOGYAKARTA” DIANGKAT SEBAGAI LANDASAN KEGIATAN INTERNASIONAL

TNI-Polri nasional

Yogyakarta – Dengan semangat “Jalesveva Jayamahe” (Di Laut Kita Menang), Panitia Gabungan International Military Psychology Conference (IMPC) 2026 melaksanakan kunjungan kerja dan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X di Gedung Wilis, Kantor Gubernur DIY, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini bertujuan menjalin kolaborasi erat antara panitia penyelenggara dengan Pemerintah Daerah DIY serta Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam menyelenggarakan IMPC 2026 yang akan digelar di Yogyakarta.

Panitia Gabungan IMPC yang berasal dari Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung P., M.M., M.Phil., didampingi Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog. Turut hadir dalam audiensi ini perwakilan panitia gabungan dari berbagai institusi, antara lain Brigjen TNI (Purn) Dr. Eri Radityawara Hidayat, MBA., MHRMC selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), unsur Pusat Psikologi TNI (Puspsi TNI), Dinas Psikologi Angkatan Udara (Dispsiau), akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta mitra pendukung kegiatan internasional.

Audiensi diawali dengan perkenalan rombongan Panitia IMPC yang disampaikan oleh Dekan Psikologi Unjani, Brigjen TNI (Purn) Dr. Eri Radityawara Hidayat. Selanjutnya, panitia memberikan paparan mendalam mengenai latar belakang dan sejarah IMPC – yang pertama kali diselenggarakan di Belgia tahun 1972 – serta rencana rinci pelaksanaan IMPC 2026 di Yogyakarta. Panitia menjelaskan bahwa konferensi ini akan menjadi ajang temu bagi para ahli psikologi militer dari seluruh dunia untuk berbagi penelitian, pengalaman, dan strategi dalam menangani tantangan psikologis di lingkungan militer masa depan.

Dalam pengarahannya yang penuh makna, Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X menekankan pentingnya “identifikasi budaya (culture terrain)” sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan kegiatan internasional di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Gubernur DIY tersebut menyampaikan bahwa kekayaan budaya Yogyakarta tidak hanya berupa bangunan bersejarah seperti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Candi Prambanan, atau Candi Borobudur yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia, namun juga filosofi hidup yang utuh dan mendalam seperti “Ngayogyakarta Hadiningrat” yang berarti “tempat tinggal yang penuh kemuliaan dan kebahagiaan”.

“Kita tidak hanya menyelenggarakan konferensi internasional secara teknis, tetapi juga sebagai sarana mempromosikan budaya Indonesia, khususnya budaya Yogyakarta, kepada dunia. Filosofi dan nilai-nilai budaya kita sangat relevan untuk diangkat sebagai tema utama IMPC 2026, karena psikologi militer juga tidak lepas dari konteks budaya di mana tentara beroperasi,” tegas Sri Sultan.

Mendengar paparan tersebut, Panitia IMPC secara langsung menyetujui untuk mengangkat tema “Budaya Yogyakarta sebagai Landasan Pengembangan Psikologi Militer Masa Depan” sebagai tema utama IMPC 2026. Panitia percaya bahwa tema ini akan memberikan nuansa yang unik dan berharga bagi konferensi, serta memungkinkan para peserta untuk memahami hubungan antara budaya dan psikologi militer dari perspektif yang baru.

Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung P. menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X atas dukungan dan arahan yang diberikan. “Kami merasa sangat terhormat dapat berbicara langsung dengan Yang Mulia Gubernur DIY. Arahan mengenai identifikasi budaya ini akan menjadi pedoman utama kami dalam menyusun materi konferensi dan menyelenggarakan kegiatan IMPC 2026 yang sukses dan berkesan,” ujarnya.

Selain membahas tema konferensi, kedua pihak juga membahas berbagai aspek kolaborasi lainnya, antara lain penyediaan venue, pengaturan akomodasi untuk peserta asing, promosi konferensi di tingkat nasional dan internasional, serta pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Sri Sultan memberikan jaminan bahwa Pemerintah Daerah DIY dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan memberikan dukungan penuh untuk menyelenggarakan IMPC 2026 yang menjadi kebanggaan Indonesia.

IMPC 2026 diharapkan akan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dari lebih dari 30 negara, termasuk para perwira militer, akademisi, peneliti, dan praktisi psikologi. Konferensi ini akan berlangsung selama 3 hari dan menyelenggarakan berbagai aktivitas, antara lain presentasi penelitian, diskusi panel, lokakarya, serta kunjungan budaya ke tempat-tempat bersejarah di Yogyakarta.

Acara audiensi diakhiri dengan penyerahan cinderamata oleh Panitia IMPC kepada Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X dan perekaman foto bersama sebagai tanda kenangan kebersamaan dalam merencanakan kegiatan internasional yang penting bagi perkembangan psikologi militer dunia.

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *