Nasional TNI POLRI

Tegakkan Kepastian Hukum, Kejaksaan Negeri Minahasa Musnahkan Barang Bukti Inkracht Tahun 2025: Akuntabilitas dan Transparansi Jadi Pilar Utama

TNI-Polri nasional

Minahasa, 24 Desember 2025 – Lebih dari sekadar rutinitas akhir tahun, pemusnahan barang bukti perkara pidana umum dan khusus yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) oleh Kejaksaan Negeri Minahasa menjadi oase transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (24/12/2025) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Minahasa ini bukan hanya tentang menghancurkan benda-benda terlarang, tapi juga membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Dengan dihadiri oleh unsur Forkopimda Minahasa, termasuk perwakilan Bupati Minahasa, Kapolres Minahasa AKBP Steven J. R. Simbar, S.I.K., perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Minahasa, Kepala Lapas Minahasa, perwakilan Dandim 1302 Minahasa, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa beserta jajaran, serta rekan-rekan media, acara ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa proses hukum di Minahasa berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

[Detil Visual: Sorotan kamera media yang mengabadikan proses pemusnahan, menjadi bukti bahwa setiap tahapan dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan oleh publik.]

Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa, dalam pidatonya, menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen untuk menjalankan tugas sebagai eksekutor putusan pengadilan dengan penuh integritas. Ia juga menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti dilakukan secara cermat dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap barang bukti yang dimusnahkan telah melalui proses hukum yang sah, dan tidak ada celah untuk penyalahgunaan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa.

Dampak Psikologis: Membangun Rasa Aman dan Keyakinan Terhadap Hukum

Pemusnahan barang bukti bukan hanya berdampak pada aspek hukum, tapi juga psikologis. Dengan menyaksikan sendiri bagaimana barang-barang terlarang dihancurkan, masyarakat merasa lebih aman dan yakin bahwa hukum benar-benar ditegakkan.

[Contoh kisah masyarakat: Seorang pedagang di pasar yang sering menjadi korban pemerasan preman, hadir menyaksikan pemusnahan senjata tajam dengan rasa lega. Ia berharap, dengan tidak adanya lagi senjata tajam di tangan para pelaku kejahatan, ia bisa berjualan dengan tenang.]

“Saya merasa lebih tenang sekarang. Dulu saya selalu takut kalau ada preman lewat. Sekarang, saya yakin polisi dan kejaksaan akan melindungi kami,” ujar pedagang tersebut dengan senyum lega.

Pemusnahan barang bukti adalah simbol bahwa negara hadir untuk melindungi warganya. Hukum bukan hanya teori, tapi juga realitas yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Metode Pemusnahan: Simbol Penghapusan Kejahatan dari Minahasa

Barang bukti dimusnahkan dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan jenisnya. Senjata tajam dipotong dengan mesin gerinda, narkotika dibakar dalam tungku khusus, handphone dihancurkan dengan palu godam.

[Detil Visual: Api yang berkobar melahap narkotika, asap yang mengepul membentuk simbol penghapusan kejahatan dari bumi Minahasa.]

Setiap metode pemusnahan memiliki makna simbolis. Memotong senjata tajam berarti memutus mata rantai kekerasan. Membakar narkotika berarti menghancurkan masa depan generasi muda. Menghancurkan handphone berarti memutus jaringan kejahatan siber.

Dengan cara ini, pemusnahan barang bukti bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan juga pesan moral yang kuat untuk menjauhi kejahatan dan mendukung penegakan hukum.

Ajakan Aktif: Partisipasi Masyarakat dalam Menciptakan Minahasa yang Lebih Baik

Kejaksaan Negeri Minahasa mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan Minahasa yang lebih aman, damai, dan sejahtera. Laporkan setiap tindak kejahatan yang diketahui, berikan informasi kepada aparat penegak hukum, dan jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Kapolres Minahasa AKBP Steven J. R. Simbar, S.I.K., juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Minahasa dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *