
Surabaya – Wali Kota Surabaya meninjau langsung perkembangan proyek pelebaran sungai di kawasan Kalianak, Surabaya, serta melihat kondisi bangunan terdampak yang berdiri di atas saluran air. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Surabaya menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga terdampak yang dengan sukarela bersedia membongkar rumah mereka demi kepentingan bersama, yaitu mencegah banjir di wilayah sekitar.
Proyek pelebaran sungai di Kalianak merupakan bagian dari program normalisasi saluran air yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Salah satu langkah utama dalam program ini adalah melebarkan saluran air hingga mencapai 18,6 meter di kedua sisi sungai.
Hingga saat ini, sekitar 400 bangunan yang berada di kedua sisi sungai telah dibongkar sebagai bagian dari proses pelebaran saluran air. Proses pembongkaran ini masih terus berlanjut, mengingat panjang saluran air di Kalianak mencapai 3 kilometer. Data menunjukkan bahwa total ada sekitar 1.000 bangunan terdampak yang akan dibongkar secara bertahap demi kelancaran normalisasi sungai ini.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Surabaya berdialog langsung dengan warga yang terdampak proyek pelebaran sungai. Ia mendengarkan aspirasi mereka, menjelaskan tujuan dari program normalisasi, serta memberikan jaminan bahwa pemerintah kota akan memberikan kompensasi yang layak bagi warga yang bersedia membongkar rumah mereka.
“Saya sangat berterima kasih kepada warga Kalianak yang telah menunjukkan pengertian dan dukungan yang luar biasa terhadap program normalisasi sungai ini. Tanpa dukungan dari warga, program ini tidak akan berjalan lancar,” ujar Wali Kota Surabaya.
Wali Kota juga menambahkan bahwa normalisasi sungai di Kalianak bukan hanya sekadar upaya untuk mengatasi banjir, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. “Dengan sungai yang bersih dan lebar, aliran air akan lancar dan tidak akan ada lagi genangan air yang menjadi sarang penyakit,” katanya.
Salah seorang warga Kalianak yang rumahnya terdampak proyek pelebaran sungai, Bapak Ahmad, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya telah memahami pentingnya normalisasi sungai untuk mencegah banjir. “Awalnya memang berat hati, tapi setelah dijelaskan oleh pemerintah kota, kami mengerti bahwa ini demi kepentingan bersama. Kami berharap setelah sungai ini dilebarkan, wilayah kami tidak akan banjir lagi,” ujarnya.
Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk terus melanjutkan program normalisasi sungai di berbagai wilayah di Surabaya. Selain di Kalianak, program serupa juga sedang berjalan di beberapa sungai lainnya, seperti Sungai Kalimas dan Sungai Jagir. Dengan normalisasi sungai, diharapkan Kota Surabaya dapat terbebas dari masalah banjir dan menjadi kota yang lebih nyaman dan berkelanjutan.
(Gareng)

