
Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, 8 Januari 2026 – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang diselenggarakan di lahan pertanian rakyat kawasan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Acara yang berlangsung pada hari Kamis (08/01/2026) ini merupakan bagian penting dari upaya nasional dalam penguatan ketahanan pangan sekaligus menjadi bukti sinergi lintas sektor yang kuat dalam mendukung program swasembada pangan di Indonesia.
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan petani dan berbagai pihak terkait ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan hasil panen jagung yang melimpah, tetapi juga sebagai wadah untuk mengevaluasi dan memperkuat langkah-langkah strategis dalam meningkatkan produksi komoditas pangan strategis tersebut. Kehadiran Kapolri dalam acara ini menunjukkan kontribusi institusi kepolisian dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat petani.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pemangku kebijakan nasional, antara lain Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Menteri Pertanian Republik Indonesia, Direktur Utama Perusahaan Umum Logistik Nasional (Perum Bulog), serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia. Kehadiran para pejabat tinggi ini menjadi bukti komitmen bersama dari berbagai lembaga negara dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional dan meningkatkan kesejahteraan para petani, khususnya di Kabupaten Bekasi yang telah menjadi salah satu sentra produksi jagung unggulan di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa peran kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan stabilitas lahan pertanian, tetapi juga meliputi pendampingan program pemerintah, pencegahan kejahatan yang mengganggu aktivitas pertanian, serta fasilitasi kerja sama antara petani dengan berbagai pihak terkait. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam mencapai swasembada pangan. Polri akan selalu siap menjaga keamanan proses produksi, panen, dan distribusi hasil pertanian, serta membantu mencegah praktik-praktik yang merugikan petani seperti pencurian hasil panen dan spekulasi harga,” ujar Kapolri.
Ketua Komisi IV DPR RI dalam pidatonya menyampaikan apresiasi terhadap hasil panen jagung yang dicapai di Kabupaten Bekasi, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, peningkatan produksi jagung ini tidak hanya berdampak positif bagi ketahanan pangan nasional, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan petani dan mendorong perkembangan ekonomi lokal. “Komisi IV DPR RI akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian, khususnya dalam meningkatkan akses petani terhadap teknologi modern, sarana produksi, serta pemasaran hasil panen yang menguntungkan,” jelas Ketua Komisi IV DPR RI.
Menteri Pertanian menyampaikan bahwa produksi jagung nasional pada Kuartal IV Tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan, dengan kontribusi yang cukup besar dari sentra produksi seperti Kabupaten Bekasi. Menurut data yang disampaikan, produksi jagung di wilayah ini meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, berkat penerapan teknologi pertanian modern, program pembibitan unggul, serta dukungan infrastruktur yang memadai. “Kami akan terus memperluas program-program pembangunan pertanian yang berkelanjutan, termasuk dengan meningkatkan akses kredit bagi petani, penyuluhan teknologi pertanian, serta pengembangan pasar lokal dan ekspor untuk hasil panen jagung,” ujar Menteri Pertanian.
Direktur Utama Perum Bulog menambahkan bahwa perusahaan telah siap untuk melakukan penyerapan hasil panen jagung dari petani secara luas, dengan harga yang kompetitif dan memberikan jaminan bagi petani untuk tidak mengalami kerugian akibat fluktuasi harga pasar. “Perum Bulog akan terus berperan sebagai penyangga pasar dan mitra yang dapat dipercaya bagi petani dalam menjual hasil panen mereka. Kami juga akan meningkatkan kapasitas penyimpanan dan distribusi untuk memastikan pasokan jagung yang stabil di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.
Kepala BPS Republik Indonesia dalam laporannya menyampaikan bahwa peningkatan produksi jagung secara nasional telah memberikan kontribusi positif terhadap indeks ketahanan pangan masyarakat. Data menunjukkan bahwa ketersediaan pangan berbasis jagung telah meningkat, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor serta meningkatkan keamanan pangan nasional. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan pelaporan secara berkala mengenai perkembangan produksi komoditas pangan, sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat,” ujar Kepala BPS.
Pada sesi acara utama, para tamu undangan bersama petani melakukan prosesi panen jagung secara langsung di lahan pertanian yang telah disiapkan. Acara juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok petani, serta penyerahan penghargaan kepada petani berprestasi yang berhasil mencapai produktivitas tertinggi di Kabupaten Bekasi.
Sejumlah perwakilan petani dari Kelompok Tani Harapan Makmur Cikarang Pusat menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan berbagai lembaga yang telah memberikan dukungan. Menurut mereka, dukungan yang diberikan telah membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen jagung mereka. “Kami merasa sangat terbantu dengan berbagai program yang diberikan, mulai dari bibit unggul, pupuk subsidi, hingga pelatihan teknologi pertanian. Hasilnya, kami dapat menghasilkan jagung dengan kualitas yang baik dan mendapatkan pendapatan yang lebih baik,” ujar salah seorang perwakilan petani.
Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 diakhiri dengan foto bersama dan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan pihak terkait untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan sektor jagung di masa depan. Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk meningkatkan produksi jagung dan berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan nasional.
Kapolri dalam penutupannya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus mendukung program penguatan ketahanan pangan. “Kesuksesan dalam mencapai swasembada pangan membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Polri akan selalu siap menjadi mitra yang handal dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses pembangunan pertanian serta kesejahteraan masyarakat petani di seluruh Indonesia,” pungkas Kapolri.
(*)
