
GRESIK – Aksi perang sarung yang melibatkan puluhan remaja di wilayah Cerme, Gresik, berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian saat melakukan patroli rutin dini hari, Sabtu (21/2). Kejadian ini menjadi perhatian serius aparat keamanan, mengingat potensi gangguan kamtibmas yang dapat ditimbulkan, terutama di bulan suci Ramadan.
Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, petugas patroli Polsek Cerme mendapati sekelompok remaja berjumlah sekitar 30 orang tengah berkumpul di Jalan Raya Dusun Karangan, Desa Kambingan. Gerak-gerik mereka yang mencurigakan mengundang perhatian petugas. Mereka diduga kuat hendak melakukan aksi tawuran dengan menggunakan sarung yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menyerupai pecut atau senjata pukul. Selain itu, polisi juga menemukan balok kayu di lokasi, mengindikasikan persiapan untuk tindakan kekerasan.
Kapolsek Cerme, AKP Taufan Arif Nugroho, yang menerima laporan dari warga mengenai kerumunan remaja tersebut, segera memimpin langsung pembubaran. Saat petugas mendekat ke lokasi, para remaja yang terkejut langsung berhamburan. Sebagian besar dari mereka melarikan diri ke area persawahan di sekitar lokasi untuk menghindari kejaran polisi, sementara sebagian lainnya menggunakan sepeda motor.
Dalam upaya pembubaran dan pengejaran, dua orang remaja berhasil diamankan oleh petugas. Bersama mereka, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti, meliputi satu unit sepeda motor Yamaha Xeon, satu balok kayu, dan satu sarung yang telah dimodifikasi. Kedua remaja yang tertangkap ini kemudian dibawa ke Mapolsek Cerme untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan pembinaan.
AKP Taufan Arif Nugroho menegaskan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk mencegah terjadinya insiden yang lebih serius. “Aksi perang sarung ini bukan hanya berbahaya bagi pelaku, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban umum dan keamanan warga sekitar. Terlebih ini bulan Ramadan, seharusnya diisi dengan kegiatan positif,” ujarnya.
Dalam langkah selanjutnya, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan orang tua dari kedua remaja yang diamankan, serta pihak sekolah mereka. Koordinasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembinaan yang menyeluruh, baik kepada remaja maupun orang tua, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pembinaan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan kesadaran akan bahaya dari aksi perang sarung dan tawuran.
Polsek Cerme juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan jika menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungannya. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga suasana kondusif, khususnya selama bulan Ramadan. Patroli oleh pihak kepolisian juga akan terus ditingkatkan di titik-titik rawan untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
(red)

