Nasional

Dari Balik Jeruji, Sembako Mengalir: Kisah Haru di HUT Kemenimipas, Saat Lapas Lumajang Jadi Jembatan Kasih untuk Ojol dan Warga Sekitar!”

Nasional

LUMAJANG, 12 November 2025 – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lapas Kelas IIB Lumajang, ada hati yang berdetak untuk sesama. Peringatan HUT Ke-1 Kemenimipas bukan hanya dirayakan dengan upacara dan seremoni, tapi dengan aksi nyata: pembagian 40 paket sembako untuk para pengemudi ojek online (ojol) dan warga sekitar Lapas. Kisah haru ini membuktikan bahwa Lapas bisa menjadi jembatan kasih, bukan hanya tempat menghukum, tapi juga tempat menginspirasi dan memberdayakan.

Mahendra: Bukan Hanya Kalapas, Tapi Juga Sahabat Masyarakat

Mahendra, Kepala Lapas Kelas IIB Lumajang, bukan hanya seorang pemimpin yang tegas, tapi juga sosok yang dekat dengan masyarakat. Ia memimpin langsung kegiatan pembagian sembako, menyapa para penerima dengan senyum hangat, dan memberikan semangat kepada mereka. Mahendra membuktikan bahwa seorang Kalapas bisa menjadi sahabat bagi masyarakat.

Ojol dan Warga Sekitar: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Para pengemudi ojol dan warga sekitar Lapas adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka berjuang setiap hari untuk mencari nafkah, menghidupi keluarga, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Seringkali, mereka terlupakan dan terabaikan. Pembagian sembako ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi mereka.

Kisah-Kisah Kecil yang Menyentuh Hati

Pak Agus (40 tahun), pengemudi ojol: “Alhamdulillah, rezeki nomplok. Sembako ini bisa buat makan keluarga beberapa hari ke depan. Terima kasih banyak, Pak Kalapas!”

Ibu Siti (55 tahun), warga sekitar Lapas: “Saya sudah lama jualan makanan di depan Lapas. Kadang sepi, kadang rame. Sembako ini sangat membantu, apalagi harga-harga sekarang pada naik.”

Mas Budi (28 tahun), petugas Lapas: “Saya bangga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rasanya senang bisa berbagi dengan sesama.”

    13 Pesan Menteri: Bukan Sekadar Slogan

    Kegiatan ini bukan hanya aksi spontanitas, tapi implementasi nyata dari 13 Pesan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pesan tentang pengabdian, pelayanan, kemanusiaan, dan integritas. Pesan yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan yang terpampang di dinding.

    Lapas: Agen Perubahan Sosial

    Lapas tidak seharusnya hanya menjadi tempat untuk menghukum dan mengisolasi narapidana. Lapas seharusnya menjadi tempat untuk merehabilitasi, membina, dan memberdayakan mereka agar bisa kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik. Selain itu, Lapas juga bisa menjadi agen perubahan sosial dengan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.

    Pesan untuk Lapas di Seluruh Indonesia:

    Teladani Lapas Kelas IIB Lumajang. Jadikan Lapas sebagai jembatan kasih, bukan hanya tempat menghukum. Berikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Buktikan bahwa Lapas bisa menjadi agen perubahan sosial.

    Apakah Anda tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang program-program pembinaan narapidana yang sukses di Lapas lain atau peran Lapas dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar?

    (red)

    Anda mungkin juga suka...

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *