
Surabaya-25 Desember 2025 – Di tengah perayaan Natal dan persiapan menyambut Tahun Baru, sorotan tajam tertuju pada dua wilayah di Jawa Timur: Dukuh Kupang Utara di Surabaya dan Bantur di Malang. Di Surabaya, warga Dukuh Kupang Utara Gang Langgar mengeluhkan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki selama 10 tahun, sementara di Bantur, dugaan aktivitas perjudian yang masih marak memicu pertanyaan tentang pengawasan aparat setempat.
Jalan 10 Tahun Rusak Parah, Warga Dukuh Kupang Utara Gang Langgar Merana
Warga di Dukuh Kupang Utara Gang Langgar, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, kembali menyuarakan kekecewaan atas kondisi jalan sepanjang 4 kilometer yang sudah 10 tahun tidak pernah tersentuh perbaikan. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama masyarakat itu kini rusak parah, penuh lumpur saat hujan tiba, dan membahayakan pengendara.
“Sudah 10 tahun jalan ini tidak pernah diperbaiki. Padahal ini akses penting bagi kami. Saat hujan, lumpur dimana-mana dan sangat licin. Kami berharap pemerintah kota segera memperhatikan kondisi jalan ini,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi pada Kamis (25/12/2025).
Kondisi jalan yang rusak ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan. Banyak pengendara yang takut terjatuh karena jalan yang licin dan bergelombang. Kerusakan jalan juga berdampak pada perekonomian warga, terutama pedagang yang kesulitan mengangkut barang dagangan.
Perjudian Marak di Bantur, Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada wilayah Bantur, Kabupaten Malang. Aktivitas perjudian berupa sabung ayam dan permainan dadu dilaporkan masih marak di Desa Wonokerto. Praktik tersebut diduga telah berlangsung secara rutin dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Aktivitas perjudian ini sudah lama berjalan dan sering ramai, tapi seolah tidak tersentuh. Kami khawatir ini akan berdampak buruk bagi lingkungan,” ujar seorang warga Bantur yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Lokasi perjudian disebut berada di sebuah ladang yang dikelilingi area tebuan, sehingga relatif tersembunyi dari pandangan umum. Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menghindari pengawasan, baik dari masyarakat maupun aparat.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan dan penindakan aparat kepolisian di wilayah tersebut. Sejumlah pihak menilai perlu adanya langkah tegas dan transparan untuk memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Masyarakat berharap Polsek Bantur dan jajaran kepolisian terkait dapat segera melakukan pengecekan lapangan, penertiban, serta memberikan klarifikasi resmi guna menjawab keresahan yang berkembang di tengah warga.
Harapan di Akhir Tahun: Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
Menjelang pergantian tahun, masyarakat di Dukuh Kupang Utara dan Bantur berharap agar pemerintah daerah segera bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Perbaikan jalan di Dukuh Kupang Utara diharapkan dapat segera direalisasikan, sementara penertiban aktivitas perjudian di Bantur diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kedua permasalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah di akhir tahun 2025. Masyarakat berharap agar di tahun 2026, ada perubahan positif yang dapat dirasakan langsung oleh mereka.
(*)

