
SIDOARJO – Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Harapan keluarga dan seluruh pihak yang selama lima hari penuh terus menggantung agar balita berinisial GS (1,5) yang hilang ditemukan dalam keadaan selamat, akhirnya pupus sudah.
Anak kecil asal Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo ini akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari Minggu, 12 April 2026. Penemuan ini mengakhiri masa pencarian intensif yang dilakukan sejak korban dilaporkan hilang pada Rabu, 8 April 2026 lalu.
Hilang Tiba-tiba dari Rumah
Peristiwa bermula ketika sekitar pukul 15.30 WIB, keluarga menyadari bahwa Gibran tidak lagi berada di dalam rumah. Kehilangan ini sontak membuat panik seluruh anggota keluarga yang segera melakukan pencarian di lingkungan sekitar namun tidak membuahkan hasil, sehingga laporan kehilangan pun segera disampaikan kepada pihak berwenang.
Sejak hari pertama, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polisi, TNI, relawan, serta warga sekitar langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian besar-besaran. Berbagai area di sekitar lokasi kejadian disisir satu per satu dengan harapan korban masih bisa ditemukan dalam keadaan hidup.
Petunjuk Sandal Arahkan ke Sungai
Dalam proses pencarian, tim penyelamat mendapatkan petunjuk penting berupa sepasang sandal milik korban yang ditemukan di dekat aliran sungai. Menemukan indikasi kuat tersebut, fokus pencarian pun segera dialihkan dan diperintensifkan di sepanjang aliran sungai dan area perairan di sekitar Desa Kalidawir.
Tim menggunakan berbagai metode, mulai dari penyisiran pinggiran sungai hingga penggunaan peralatan khusus untuk menjangkau area yang sulit dijangkau. Upaya ini dilakukan tanpa henti meski waktu terus bergulir, demi memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.
Ditemukan dalam Kondisi Tidak Bernyawa
Setelah melalui proses pencarian yang melelahkan selama hampir seminggu, petugas akhirnya berhasil menemukan tubuh kecil Gibran. Sayangnya, nyawa balita tersebut tidak dapat diselamatkan dan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses visum et repertum sebelum nantinya diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan agama.
Kehilangan ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar dan warga setempat yang turut prihatin atas musibah yang menimpa. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga diberi kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.
(red)

