
Pekanbaru, 23 Desember 2025 – Tongkat estafet kepemimpinan Polri kembali bergulir. Brigjen Pol Hengki Haryadi, S.I.K., S.H., M.H., sosok yang dikenal dengan ketegasannya dalam memberantas premanisme di Jakarta, kini resmi mengemban amanah baru sebagai Wakapolda Riau. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025, sebuah keputusan strategis yang diharapkan membawa angin segar bagi kepolisian di Bumi Lancang Kuning.
Mutasi ini bukan sekadar rotasi jabatan. Lebih dari itu, ini adalah penegasan komitmen Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk terus menghadirkan sosok-sosok berintegritas dan berpengalaman dalam jajaran pimpinan Polri. Hengki Haryadi, dengan rekam jejaknya yang mentereng, dinilai sebagai figur yang tepat untuk mendampingi Kapolda Riau dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lulusan Akpol 1996 ini bukan nama baru di dunia reserse. Pengalamannya malang melintang di berbagai posisi strategis, mulai dari Kasat Lantas hingga Dirreskrimum, telah menempa dirinya menjadi seorang perwira yang tangguh dan profesional. Namun, namanya mulai mencuat ke permukaan saat ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat dan kemudian Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Di Ibu Kota, Hengki Haryadi dikenal dengan prinsipnya yang keras: “Negara Tidak Boleh Kalah oleh Premanisme.” Prinsip ini bukan sekadar slogan, melainkan tercermin dalam setiap tindakan dan kebijakan yang ia ambil. Ia tak segan-segan menindak tegas para pelaku kejahatan, tanpa pandang bulu. Hercules Rosario Marshal dan John Kei, dua nama besar yang identik dengan dunia premanisme, pernah merasakan ketegasan tangan dingin Hengki Haryadi.
Namun, Hengki Haryadi bukan hanya seorang penegak hukum yang keras. Ia juga dikenal sebagai sosok yang cerdas dan inovatif. Ia mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan. Ia juga aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, dan media, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Sebagai Wakapolda Riau, Hengki Haryadi diharapkan dapat membawa semangat baru dan inovasi dalam strategi kepolisian di wilayah tersebut. Tantangan yang dihadapi Riau tentu berbeda dengan Jakarta. Riau memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik masyarakat yang beragam. Selain itu, Riau juga merupakan daerah yang rawan terhadap kejahatan lingkungan, seperti ilegal logging dan pembakaran hutan.
Pengamat kepolisian, Bambang Rukminto, menilai penunjukan Hengki Haryadi sebagai Wakapolda Riau adalah langkah yang tepat. “Hengki Haryadi adalah sosok yang memiliki integritas, kemampuan, dan pengalaman yang memadai untuk mengemban jabatan tersebut. Ia diharapkan dapat meningkatkan kinerja Polda Riau dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberantas segala bentuk kejahatan,” ujarnya.
Selain itu, Bambang Rukminto juga berharap Hengki Haryadi dapat membawa perubahan positif dalam budaya kerja kepolisian di Riau. “Hengki Haryadi dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin. Ia diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai tersebut kepada seluruh anggota Polda Riau, sehingga tercipta kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya,” tambahnya.
Di era digital ini, tantangan yang dihadapi kepolisian semakin kompleks. Kejahatan tidak lagi hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Oleh karena itu, kepolisian harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hengki Haryadi, dengan pengalamannya dalam memanfaatkan teknologi informasi, diharapkan dapat memimpin Polda Riau dalam menghadapi tantangan ini.
Selain itu, Hengki Haryadi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. “Pelayanan kepolisian harus semakin cepat, mudah, dan transparan. Masyarakat harus merasa nyaman dan aman ketika berurusan dengan polisi,” kata Bambang Rukminto.
Dengan segudang pengalaman dan rekam jejak yang gemilang, Brigjen Pol Hengki Haryadi diharapkan dapat membawa Polda Riau menuju era baru kepolisian yang lebih profesional, modern, dan dicintai masyarakat. Transformasi kepolisian di Riau bukan hanya tanggung jawab Hengki Haryadi seorang, melainkan tanggung jawab seluruh anggota Polda Riau. Namun, kehadiran Hengki Haryadi sebagai Wakapolda memberikan harapan baru bagi perubahan yang lebih baik.
Berikut adalah sekilas perjalanan karir Brigjen Pol Hengki Haryadi:
- 1997: Pamapta II Polres Dili
- 1998: Kasat Lantas Polres Manatuto
- 1999: Kasat Lantas Polres Dili
- 1999: Wakapolsek Lengkong
- 2001: Kasat Lantas Polres Garut
- 2002: Pama Polda Lampung
- 2004: Kasat Reskrim Polres Tulangbawang
- 2005: Kapolsek Telukbetung Selatan
- 2006: Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung
- 2008: Kanit III Sat I Dit Reskrim Polda Lampung
- 2010: Pamen Polda Metro Jaya
- 2010: Kasubbag Kermalat Bagbinlat Ro Ops Polda Metro Jaya
- 2011: Kapolsek Metro Gambir
- 2011: Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat
- 2012: Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat
- 2014: Kapolres KP3 Tanjung Priok
- 2016: Wadireskrimsus Polda Metro Jaya
- 2017: Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri
- 2017: Kapolres Metro Jakarta Barat
- 2019: Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri
- 2021: Kapolres Metro Jakarta Pusat
- 2023: Dirreskrimum Polda Metro Jaya
- 2025: Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri
- 2025: Wakapolda Riau
- (*)
