Nasional TNI POLRI

Keteladanan Toleransi: Danrem 073/Makutarama Resmikan Mushola Al Askar di Apartemen Rama Sebagai Simbol Kebaikan Lintas Agama

TNI-Polri nasional

Kabupaten Semarang, 25 Desember 2025 – Sebuah momen yang penuh makna terjadi di Kabupaten Semarang pada hari Sabtu (23 Desember 2025). Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (PKK) Koorcab Korem 073/Makutarama Ny. Yuni Ezra Nathanael, secara resmi meresmikan Mushola Al Askar yang berlokasi di Apartemen Rama Korem 073/Makutarama, Jalan Raya Semarang–Boyolali, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran.

Peresmian mushola ini tidak hanya sekadar pemberian fasilitas ibadah, tetapi juga menjadi simbol nyata nilai toleransi, kepedulian, dan kebersamaan antarumat beragama. Hal yang paling menonjol adalah prakarsa Danrem yang beragama Kristen dalam memfasilitasi pembangunan tempat ibadah bagi umat Muslim di lingkungan Apartemen Rama – yang sebelumnya belum memiliki sarana mushola yang memadai.

Dalam sambutannya saat peresmian, Danrem menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak serta para donatur yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan Mushola Al Askar. “Kami tidak dapat melakukan ini sendirian. Terima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun tenaga, untuk mewujudkan mushola yang bermanfaat ini,” ujarnya.

Kolonel Arm Ezra Nathanael juga menekankan bahwa tempat ibadah adalah kebutuhan mendasar bagi setiap orang, termasuk prajurit dan keluarga mereka yang tinggal di Apartemen Rama. “Pembangunan Mushola ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap pemenuhan kebutuhan rohani prajurit beserta keluarga. Tempat ibadah adalah pondasi untuk membangun kekuatan mental, moral, dan karakter yang kuat – hal yang sangat penting bagi seorang prajurit yang melindungi bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Danrem berharap keberadaan Mushola Al Askar dapat menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan bagi para penghuni apartemen, sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang mempererat kebersamaan dan keharmonisan antarwarga. “Perbedaan agama bukanlah penghalang untuk saling peduli dan berbagi. Justru dari keberagaman inilah persaudaraan serta kekuatan kebangsaan dapat tumbuh dan terpelihara. Mari kita jadikan lingkungan ini sebagai contoh harmonis yang dapat ditiru,” imbuhnya.

Kehadiran Ny. Yuni Ezra Nathanael sebagai ketua PKK Koorcab juga menambah kehangatan acara. Ia menyampaikan bahwa Persit PKK juga turut berperan dalam memastikan mushola ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat berkumpul untuk kegiatan sosial keluarga. “Kita akan mengadakan berbagai kegiatan di mushola ini, seperti pengajian anak-anak, ceramah agama, dan acara gotong royong. Semua ini untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga di apartemen,” katanya.

Salah satu penghuni apartemen yang paling merasakan manfaat adalah Ibu Sanrozi, istri seorang prajurit Korem 073/Makutarama. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas dibangunnya Mushola Al Askar. “Sebelumnya, kami harus menyeberang jalan yang ramai dan rawan kecelakaan untuk beribadah atau mengaji. Anak-anak juga sulit untuk mengikuti pengajian karena jarak yang jauh. Dengan adanya mushola ini, semua menjadi lebih dekat dan aman. Kami sungguh bersyukur kepada Bapak Danrem,” ungkapnya dengan suara terharu.

Pembangunan Mushola Al Askar merupakan bagian dari komitmen Korem 073/Makutarama dalam menyediakan fasilitas pembinaan mental dan rohani bagi prajurit serta keluarga. Sebelumnya, Korem juga telah menyediakan gereja untuk umat Kristiani di lingkungan kompleks militer, menunjukkan komitmen yang setara terhadap kebutuhan rohani seluruh warga, tanpa memandang agama.

Kepala Desa Karangduren, H. Sutarman, yang hadir dalam acara peresmian, menyatakan bahwa mushola ini juga akan memberikan manfaat bagi warga desa sekitar. “Kita sangat mendukung pembangunan mushola ini. Selain bagi penghuni apartemen, warga desa juga dapat memanfaatkannya untuk beribadah atau mengikuti kegiatan keagamaan. Ini menjadi contoh baik tentang bagaimana lembaga militer dapat berinteraksi positif dengan masyarakat lokal,” ujarnya.

Acara peresmian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Khatib lokal, di mana semua hadirin – baik umat Muslim maupun Kristiani – bergabung dalam doa untuk keberkahan, damai, dan keharmonisan. Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan terasa jelas di setiap sudut lokasi, membuktikan bahwa toleransi bukan hanya kata-kata, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

Mushola Al Askar yang baru direnovasi dengan fasilitas yang lengkap – termasuk ruang ibadah, ruang pengajian, dan tempat cuci tangan – diharapkan akan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang aktif. Dengan prakarsa Danrem yang menjadi keteladanan, diharapkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan akan semakin meresap di tengah masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya.

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *