
TANJUNG PERAK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak mencatat capaian kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Mulai dari penyerapan anggaran, penanganan perkara pidana, hingga pemulihan keuangan negara, hampir seluruh program kerja direalisasikan secara optimal dengan tingkat capaian mendekati 100 persen.
Berdasarkan rilis resmi, realisasi anggaran Bidang Pembinaan Kejari Tanjung Perak mencapai 99,99 persen dari total pagu Rp18,56 miliar. Tak hanya itu, capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bahkan melampaui target secara signifikan, yakni 357,75 persen, dengan realisasi Rp7,1 miliar dari target awal Rp1,98 miliar.
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Darwis Burhansyah, menegaskan bahwa penegakan hukum yang dijalankan tidak semata berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan keadilan restoratif, pencegahan, edukasi hukum, serta pemulihan aset negara.
Bidang Intelijen hingga Pidsus Raih Berbagai Penghargaan
Di Bidang Intelijen, Kejari Tanjung Perak aktif melaksanakan pengamanan pembangunan strategis, pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (PAKEM), kampanye antikorupsi, hingga penangkapan buronan. Atas kinerja tersebut, Bidang Intelijen berhasil meraih peringkat ke-4 satuan kerja terbaik se-Jawa Timur.
Sementara itu, Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) mencatat penanganan lebih dari 1.500 perkara penuntutan sepanjang 2025. Sebanyak 21 perkara diselesaikan melalui pendekatan restorative justice, yang mengantarkan Kejari Tanjung Perak meraih peringkat pertama Kejaksaan Negeri Tipe B se-Jawa Timur dalam penerapan keadilan restoratif.
Prestasi paling menonjol diraih oleh Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Sepanjang tahun 2025, Pidsus menangani puluhan perkara korupsi, cukai, dan kepabeanan. Atas capaian tersebut, Kejari Tanjung Perak dinobatkan sebagai Kejaksaan Negeri Tipe B terbaik pertama se-Indonesia dalam penanganan perkara korupsi daerah pada peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) 2025.
Selamatkan Keuangan Negara Rp251,38 Miliar
Di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Tanjung Perak menjalankan ratusan kegiatan litigasi dan non-litigasi sebagai Jaksa Pengacara Negara. Hasilnya, penyelamatan dan pemulihan keuangan negara mencapai Rp251,38 miliar, sekaligus mengantarkan Bidang Datun meraih peringkat terbaik pertama se-Jawa Timur.
Kontribusi signifikan juga datang dari Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) dengan capaian PNBP lebih dari Rp5,67 miliar. Bidang ini melaksanakan lelang, pemusnahan barang bukti, serta pengelolaan aset rampasan, dan berhasil meraih sejumlah penghargaan tingkat provinsi.
Komitmen Kejari Tanjung Perak terhadap Transparansi dan Pelayanan Publik
Menutup laporan kinerja tahun 2025, Kejari Tanjung Perak menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan terhadap penegakan hukum di wilayah hukumnya.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan dan bermanfaat bagi masyarakat,” demikian pernyataan resmi Kejari Tanjung Perak.
(Hery)

