Nasional

Kota Bengkulu Gencar Kampanye “STOP PUNGLI!”: Saatnya Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Bebas Korupsi

Nasional

BENGKULU, 14 Desember 2025 – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu bersama dengan aparat kepolisian dan instansi terkait lainnya meluncurkan kampanye masif bertajuk “STOP PUNGLI!” sebagai upaya untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) yang masih marak terjadi di berbagai sektor pelayanan publik. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pungli, serta mendorong partisipasi aktif dalam melaporkan setiap tindakan korupsi yang terjadi di lingkungan sekitar.

Kampanye “STOP PUNGLI!” ini diluncurkan pada hari Sabtu (13/12/2025) di Lapangan Merdeka, Bengkulu, dengan dihadiri oleh ratusan warga, pelajar, mahasiswa, serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat sipil. Acara peluncuran dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti orasi anti-korupsi, pertunjukan seni, pembagian stiker dan brosur, serta penandatanganan petisi dukungan pemberantasan pungli.

Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pungli adalah musuh bersama yang harus diperangi. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu dalam memberantas praktik korupsi ini, demi mewujudkan Kota Bengkulu yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Pungli adalah tindakan yang merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan. Kita tidak boleh membiarkan praktik ini terus berlangsung. Mari kita bersama-sama lawan pungli, dengan cara menolak memberi dan berani melaporkan jika menjadi korban,” ujar Walikota Helmi Hasan.

Kapolres Bengkulu, AKBP Bambang Sumantri, menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung penuh upaya Pemkot Bengkulu dalam memberantas pungli. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika mengetahui adanya praktik pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

“Kami akan menindak tegas siapapun yang terbukti melakukan pungli, tanpa pandang bulu. Kami juga akan memberikan perlindungan kepada pelapor, agar mereka tidak merasa takut atau terancam,” tegas AKBP Bambang Sumantri.

Kampanye “STOP PUNGLI!” ini tidak hanya dilakukan secara seremonial, tetapi juga diimplementasikan melalui berbagai program dan kegiatan yang berkelanjutan. Pemkot Bengkulu telah membentuk tim saber pungli yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik pungli di berbagai instansi pelayanan publik.

Selain itu, Pemkot Bengkulu juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan pelayanan publik. Masyarakat dapat mengakses informasi tentang anggaran dan program-program pemerintah melalui website resmi Pemkot Bengkulu atau melalui aplikasi mobile yang telah disediakan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang mudah terhadap informasi tentang anggaran dan program-program pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut mengawasi dan memberikan masukan, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih baik dan transparan,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Eko Agusrianto.

Kampanye “STOP PUNGLI!” ini juga menyasar sektor pendidikan. Pemkot Bengkulu bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan pendidikan anti-korupsi kepada para siswa sejak dini. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab kepada generasi muda, agar mereka menjadi agen perubahan yang mampu memberantas korupsi di masa depan.

“Kami percaya bahwa pendidikan anti-korupsi sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang berintegritas. Dengan pendidikan yang baik, mereka akan menjadi pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab di masa depan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Rosmayanti.

Masyarakat Bengkulu menyambut baik kampanye “STOP PUNGLI!” ini. Mereka berharap, kampanye ini dapat benar-benar mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi di Kota Bengkulu.

“Kami sudah muak dengan praktik pungli yang merugikan kami. Kami berharap, kampanye ini dapat benar-benar memberantas pungli dan membuat pelayanan publik menjadi lebih baik,” ujar seorang warga Bengkulu, Nurhayati.

Kampanye “STOP PUNGLI!” di Kota Bengkulu adalah contoh yang baik tentang bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi dalam memberantas korupsi. Dengan kesadaran, partisipasi, dan tindakan yang nyata, kita dapat mewujudkan Indonesia yang bersih, transparan, dan akuntabel.

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *