
Sidoarjo, 9 Desember 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pembinaan, rehabilitasi, dan integrasi sosial bagi warga binaan. Razia mendadak yang digelar pada Senin malam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, menjadi momentum untuk memastikan lingkungan pembinaan tetap kondusif, aman, dan mendukung program-program rehabilitasi yang telah berjalan.
Razia yang dilakukan secara serentak dan menyeluruh di kamar hunian warga binaan ini, dilakukan secara humanis dan profesional. Petugas pengamanan memeriksa setiap blok hunian dengan teliti, namun tetap menjaga kenyamanan dan privasi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Bapak/Ibu [Nama Lengkap], menjelaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembinaan dan rehabilitasi. “Kami ingin memastikan bahwa warga binaan dapat menjalani masa tahanan dengan tenang dan aman, serta fokus pada program-program yang telah kami siapkan untuk membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Lapas Sidoarjo telah menerapkan berbagai program inovatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan rehabilitasi warga binaan, antara lain:
Program Pelatihan Keterampilan: Memberikan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, seperti menjahit, membuat kerajinan tangan, bertani, dan beternak.
Program Pendidikan: Memfasilitasi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan formal, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
Program Keagamaan: Mengadakan kegiatan keagamaan yang rutin dan melibatkan tokoh agama dari berbagai agama.
Program Konseling dan Terapi: Menyediakan layanan konseling dan terapi bagi warga binaan yang mengalami masalah psikologis atau kecanduan.
Program Integrasi Sosial: Mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat setelah masa tahanan selesai.
Hasil razia menunjukkan bahwa kondisi hunian tetap terkendali dan tidak ditemukan barang berbahaya. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban bersama, serta mengikuti program-program pembinaan yang telah disiapkan.
Lapas Sidoarjo berharap, razia ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga binaan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa sistem pemasyarakatan di Indonesia terus berbenah dan berupaya untuk menjadi lebih baik.
“Kami ingin mengubah stigma negatif tentang lapas. Kami ingin menunjukkan bahwa lapas bukan hanya tempat untuk menghukum, tetapi juga tempat untuk membina dan merehabilitasi warga binaan agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pungkas Bapak/Ibu [Nama Lengkap].
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo terus berkomitmen untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik, sesuai dengan semangat “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dan “Kemenimipas SetahunBerdampak ImipasSetahunBergerakBerdampak”.
(red)

