
SURABAYA, JAWA TIMUR – Sabtu (20/12/2025) – Sebuah insiden kebakaran melanda kawasan pemukiman padat di Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada hari ini. Laporan pertama diterima melalui nomor darurat 112 pada pukul 12.37 WIB, dengan nomor laporan D2512203732979662, yang menyatakan adanya 65 obyek rumah yang terkena api di Petemon Gang 2A Nomor 136. Pelapor yang mengidentifikasi diri sebagai Ibu Aulia (kontak: 087878755758) menginformasikan kondisi darurat tersebut, yang kemudian memicu mobilisasi cepat berbagai pihak terkait.
Lokasi kejadian awal tercatat di Jl. Petemon II A, dengan koordinat geografis -7.262365 lintang selatan dan 112.7207195 bujur timur. Namun, berdasarkan dokumentasi gambar yang diperoleh, pada pukul 13.33 WIB, tim damkar dan pihak berwenang telah berada di sekitar area Jl. Pacuan Kuda, Petemon, Kecamatan Sawahan, yang merupakan lokasi terkait dalam kawasan yang sama. Pada gambar terlihat bangunan-bangunan dengan atap seng dan struktur kayu mengalami kerusakan parah akibat api, dengan tim penyelamat mengenakan seragam operasional sedang melakukan pengecekan dan penanganan lokasi. Selang pemadam kebakaran merah membentang melintasi jalan berbatu yang basah akibat proses pendinginan lokasi.
Setelah laporan diterima oleh petugas call taker Yanu dari Dinas Kesehatan (DINKES) Surabaya pada pukul 12.37 WIB, berbagai institusi terkait segera diinformasikan untuk terlibat dalam penanganan, antara lain Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP), Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), DINKES, Dinas Perhubungan (DISHUB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKAR). Status laporan tercatat sebagai “Baru” dengan waktu respon terakhir pada pukul 12.37.32 WIB, menunjukkan koordinasi yang langsung dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api dan memberikan bantuan kepada korban.
Sampai saat informasi ini dibuat, detail mengenai penyebab kebakaran, jumlah korban luka-luka atau korban jiwa, serta kondisi aktual pemukiman dan warga sekitar masih dalam proses verifikasi oleh tim penanganan darurat. Tim BPBD dan DAMKAR juga sedang melakukan evaluasi terhadap kerusakan infrastruktur dan kebutuhan mendesak warga terdampak, termasuk kebutuhan tempat penampungan sementara, kesehatan, dan logistik.
(red)

