
JOMBANG, JAWA TIMUR – Malam jelang pergantian tahun di kawasan Pasar Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa (30/12/2025) malam mendadak menjadi riuh bukan karena obral diskon atau acara tahun baru, melainkan karena aksi pengejaran dramatis terhadap dua pelaku jambret yang tertangkap basah saat berusaha melarikan diri. Yang membuat warga dan pihak kepolisian mengelus dada, kedua pelaku yang teridentifikasi sebagai MP dan FA ternyata masih berusia 17 tahun (kategori remaja) dan tercatat sebagai warga setempat di wilayah Jombang.
Aksi nekat kedua remaja ini dimulai sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Dusun Sunggingan, Desa Kepuhkembeng, ketika mereka membuntuti korban bernama FR, seorang wanita yang sedang mengendarai motor Vario sendirian saat pulang kerja dari arah Terminal Kepuhsari. Tanpa diduga, di tempat yang cukup sepi, tangan jahat mereka menyambar tas putih milik korban yang digantung di bahu.
Isi tas yang dicuri lumayan banyak, antara lain dua buah ponsel, dompet, jam tangan, peralatan makeup, hingga stempel kantor – yang mungkin salah kaprah oleh pelaku sebagai barang berisi uang tunai dalam jumlah banyak. Biasanya korban kejadian jambret akan terkejut dan tidak berani menindaklanjuti, namun FR menunjukkan ketegasan yang luar biasa dengan tidak tinggal diam.
AKSI KEJAR-KEJARAN MASSAL SAMPAI KE PASAR PETERONGAN
Setelah tasnya dicuri, FR langsung tancap gas motornya mengejar kedua pelaku sambil berteriak meminta tolong kepada sekitar. Teriakan kerasnya berhasil memancing perhatian warga yang ada di sekitar lokasi kejadian, sehingga tidak lama kemudian terjadi pengejaran massal yang melibatkan beberapa warga setempat.
Pengejaran yang melintasi beberapa jalan lingkungan akhirnya berakhir di area Pasar Peterongan, ketika kedua pelaku yang tertekan oleh kecepatan pengejar akhirnya terhenti dan tidak bisa melarikan diri lagi. Begitu tertangkap oleh warga, suasana langsung menjadi panas karena kemarahan masyarakat terhadap tindakan keji yang dilakukan oleh kedua pelaku. Beberapa warga yang geram langsung memberikan bogem mentah sebelum pihak kepolisian datang.
Beruntung, anggota Polsek Peterongan yang telah mendapatkan informasi dari warga bergerak cepat mengamankan kedua remaja tersebut sebelum kondisi menjadi lebih parah dan memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan dengan benar. “Kami segera mengirimkan tim untuk mengamankan kedua pelaku setelah mendapatkan laporan dari warga. Saat kami tiba, suasana cukup panas, namun kami berhasil mengendalikan situasi dan membawa kedua pelaku ke kantor polisi dengan aman,” ujar seorang petugas Polsek Peterongan yang tidak ingin disebutkan namanya.
KASUS DILIMPARKAN KE UNIT PPA KARENA STATUS DI BAWAH UMUR
Karena kedua pelaku masih berusia di bawah umur (17 tahun), kasus ini tidak ditangani di sel biasa atau melalui proses pidana umum. Sebagai gantinya, kasus ini telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku bagi pelaku tindak pidana remaja.
Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Jombang menjelaskan bahwa penanganan terhadap pelaku remaja akan difokuskan pada pemulihan dan pembinaan, bukan hanya sekadar menghukum. “Kita akan melakukan proses penanganan yang sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Selain mengklarifikasi perkara secara hukum, kita juga akan bekerja sama dengan keluarga dan pihak terkait untuk memberikan pembinaan agar kedua pelaku ini bisa kembali ke jalur yang benar dan tidak mengulangi kesalahan di masa depan,” jelasnya.
Namun demikian, meskipun mendapatkan penanganan khusus sebagai remaja, kedua pelaku tetap akan mendapatkan konsekuensi hukum yang sesuai dengan tindakan yang telah mereka lakukan, serta akan memiliki catatan kriminal yang bisa berdampak pada masa depan mereka.
VIRAL VIDEO, NETIZEN FOKUS KE PRIA YANG MENCURI KESEMPATAN MEMELUK KORBAN TRAUMA
Dalam peristiwa ini, video yang merekam kejadian pengejaran dan penangkapan pelaku telah beredar viral di media sosial. Namun menariknya, perhatian sebagian netizen justru teralihkan bukan ke pelaku atau korban, melainkan ke seorang pria yang tampak mencoba memanfaatkan situasi. Dalam video tersebut, pria tersebut terlihat mencoba memeluk tubuh korban FR yang masih dalam keadaan trauma dan terkejut setelah mengalami kejadian jambret.
Tindakan pria tersebut mendapatkan kecaman dari banyak pihak, yang menyatakan bahwa hal itu sangat tidak pantas dilakukan pada saat korban sedang dalam kondisi rentan. “Saat korban masih dalam keadaan terkejut dan trauma, tindakan memeluk yang tidak diminta jelas tidak sesuai dengan etika. Ini menjadi contoh bahwa di tengah suasana yang penuh kegaduhan, masih ada orang yang mencoba mengambil keuntungan dari kesusahan orang lain,” ujar salah satu pengguna media sosial yang melihat video tersebut.
Pihak kepolisian juga telah menyatakan akan melakukan klarifikasi terhadap identitas pria tersebut dan menindaklanjuti jika tindakannya dianggap telah menyalahi aturan atau menyebabkan ketidaknyamanan bagi korban.
PERINGATAN KERAS BAGI ORANG TUA UNTUK LEBIH MENGAWASI ANAK REMAJA
Kasus jambret yang dilakukan oleh dua remaja usia 17 tahun ini menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua dan masyarakat untuk lebih mengawasi pergaulan serta perkembangan anak-anak remaja di sekitar mereka. Di usia yang seharusnya sibuk dengan pendidikan atau merancang masa depan, MP dan FA kini harus berurusan dengan hukum dan harus menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka yang dilakukan hanya demi barang curian yang tidak seberapa nilainya.
Kepala Bidang Pendidikan dan Pembinaan Masyarakat di Dinas Sosial Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa kasus seperti ini menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak-anak, terutama di masa remaja yang rentan terhadap pengaruh negatif dari luar. “Orang tua harus lebih dekat dengan anak-anak mereka, mengetahui teman-teman mereka, dan memberikan pemahaman tentang pentingnya menghargai hak orang lain serta konsekuensi dari tindakan salah. Kita tidak ingin kasus serupa terjadi lagi, karena masa depan anak-anak kita adalah aset berharga bagi bangsa,” ujarnya.
Korban FR yang telah mendapatkan kembali barang-barangnya juga menyampaikan harapannya agar kedua pelaku bisa belajar dari kesalahan mereka. “Saya bersyukur barang-barang saya bisa kembali dan kedua pelaku tertangkap. Saya berharap mereka bisa menyadari kesalahan dan fokus pada hal-hal yang positif, karena masa depan mereka masih panjang,” ujar FR dalam kondisi yang sudah mulai pulih.
Kegiatan malam jelang pergantian tahun yang biasanya penuh dengan kegembiraan justru berubah menjadi peristiwa yang mengingatkan akan pentingnya menjaga keamanan serta peran keluarga dalam membimbing anak-anak. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menjelang dan saat perayaan tahun baru, serta segera melaporkan setiap bentuk kejahatan yang ditemui agar bisa ditangani dengan cepat.
(red)
