Nasional

POLISI GRESIK MEMBURU PELAKU PEMBACOKAN SAAT PATROL SAHUR, SATU KORBAN USUS TERBURAI – PENYELIDIKAN DITARGET SELESAI 3 HARI

Nasional

GRESIK, JUMAT (27/2/2026) – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gresik tengah gencar memburu pelaku pembacokan yang menimpa dua pemuda asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, dalam insiden bentrok antar kelompok pemuda desa yang terjadi saat kegiatan patrol sahur. Salah satu korban bahkan mengalami luka robek di bagian perut hingga usus terburai, sementara korban lainnya menderita luka gores.

Dua korban dalam peristiwa berdarah tersebut diidentifikasi sebagai Moh. Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24), keduanya warga Desa Campurejo. Moh. Ruhul Madani saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Panceng setelah mengalami luka gores pada bagian tubuhnya. Sementara Wahyu Agung Pratama harus dilarikan darurat ke Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik mengingat kondisi luka yang lebih berat di bagian perut.

Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Panceng Aipda Yudi mengkonfirmasi bahwa pelaku yang diduga menyabet korban berinisial S, merupakan warga Desa Banyutengah. “Setelah kejadian, yang bersangkutan melarikan diri dari lokasi,” ujarnya saat dihubungi pada hari yang sama.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap akar penyebab pasti terjadinya tawuran tersebut, sekaligus terus melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan. Sampai saat ini, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Kami masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan menyeluruh. Mohon beri waktu kepada kami selama 3 hari untuk menyelesaikan proses ini,” tegas AKP Arya Widjaya.

Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat, terutama para pemuda, agar menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu konflik. Terlebih di bulan suci Ramadan yang seharusnya diisi dengan aktivitas positif dan upaya menjaga kondusifitas lingkungan hidup bersama.

“Jika melihat adanya potensi kejadian tawuran atau bentuk konflik lainnya, kami menghimbau agar segera menghubungi nomor darurat 110 atau melalui kanal ‘Lapor Pak Kapolres Cak Rama’ sebelum situasi menjadi tidak terkendali,” jelasnya.

Sebelumnya, tragedi bentrok antara dua kelompok pemuda dari Desa Banyutengah dan Desa Campurejo terjadi pada sekitar pukul 00.30 WIB, saat rombongan pemuda Desa Campurejo tengah melakukan kegiatan patrol sahur. Peristiwa bermula ketika mereka berpapasan dengan kelompok pemuda dari Desa Banyutengah di depan sebuah tempat usaha billiard dan kafe yang berlokasi di Desa Campurejo.

Situasi awalnya hanya berkembang menjadi cekcok mulut yang kemudian berkembang hingga kedua kelompok saling lempar bom air. Pada awalnya, kelompok pemuda Desa Campurejo memilih untuk mundur dan meninggalkan lokasi. Namun, kelompok pemuda Desa Banyutengah tak terima dengan hasil cekcok tersebut dan kemudian mendatangi lokasi tempat kelompok pemuda Desa Campurejo berada.

Perkelahian pun kembali pecah dan berkembang menjadi tawuran fisik. Puncaknya terjadi ketika di tengah kericuhan, salah satu anggota kelompok pemuda Desa Banyutengah mengeluarkan senjata tajam dan melakukan tindakan pembacokan terhadap dua pemuda dari Desa Campurejo.

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *