Nasional TNI POLRI

“Polres Tuban Luncurkan ‘Smart Policing for Disaster Resilience’: Data Analitik Prediksi Bencana, Kolaborasi Riset dengan Kampus, Peringatan Dini Berbasis Kearifan Lokal, Semanding Bangkit Lebih Cerdas!”

TNI-Polri

Tuban, 11 Desember 2025 – Kombespol Agung Setyo Nugroho, S.I.K, Plt Kapolres Tuban, tidak hanya merespons pascabencana puting beliung di Semanding, tetapi melangkah lebih jauh dengan meluncurkan program “Smart Policing for Disaster Resilience” yang mengintegrasikan data analitik, riset ilmiah, dan kearifan lokal untuk membangun sistem mitigasi bencana yang lebih cerdas dan efektif.

“Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga agen perubahan. Kami ingin memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk melindungi masyarakat dari bencana,” tegas Kombespol Agung.

Program “Smart Policing for Disaster Resilience” meliputi:

Data Analitik Prediksi Bencana: Polres Tuban bekerja sama dengan ahli meteorologi dan klimatologi untuk menganalisis data cuaca, topografi, dan demografi guna memprediksi potensi bencana dan memetakan wilayah rawan bencana. “Dengan data analitik, kami bisa mengambil tindakan preventif sebelum bencana terjadi,” jelas Kombespol Agung.
 Kolaborasi Riset dengan Kampus: Polres Tuban menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mengembangkan teknologi dan strategi penanggulangan bencana yang inovatif. “Kami mendukung riset tentang material tahan angin, sistem drainase berkelanjutan, dan metode trauma healing yang efektif,” ujar Kombespol Agung.
 Peringatan Dini Berbasis Kearifan Lokal: Polres Tuban mengintegrasikan kearifan lokal dalam sistem peringatan dini bencana. “Kami mempelajari tanda-tanda alam yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai pertanda akan datangnya bencana, seperti perilaku hewan dan perubahan cuaca ekstrem,” jelas Kombespol Agung.
 Aplikasi ‘Semanding Siaga’: Polres Tuban mengembangkan aplikasi mobile “Semanding Siaga” yang menyediakan informasi tentang potensi bencana, jalur evakuasi, lokasi pengungsian, dan kontak darurat. Aplikasi ini juga memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian bencana secara real-time.

Selain itu, Polres Tuban tetap memberikan bantuan sembako, layanan kesehatan, dan dukungan psikologis kepada korban bencana. Tim trauma healing menggunakan pendekatan yang holistik, menggabungkan terapi modern dengan praktik-praktik penyembuhan tradisional.

Masyarakat Semanding menyambut antusias program “Smart Policing for Disaster Resilience”. “Kami merasa lebih tenang dan percaya diri dengan adanya sistem peringatan dini dan program mitigasi bencana yang lebih baik,” ujar Bapak Sutrisno, Kepala Desa Semanding Lor.

Kombespol Agung berharap, program ini dapat menjadi blueprint bagi daerah lain dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang cerdas, adaptif, dan partisipatif. “Dengan menggabungkan teknologi, ilmu pengetahuan, dan kearifan lokal, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya dalam menghadapi bencana,” pungkasnya.

(Gareng/Gufron)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *