
Sidoarjo – Polresta Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyakit masyarakat, khususnya prostitusi online, dengan menggelar razia di sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/12/2025) dini hari. Razia yang dilakukan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini berhasil menjaring 7 pekerja seks komersial (PSK) online dan 5 pria hidung belang.
Operasi yang digelar secara diam-diam ini menyasar 12 hotel dan penginapan yang diduga kerap digunakan sebagai lokasi praktik prostitusi online, berdasarkan hasil pengawasan dan pengumpulan informasi selama beberapa hari sebelumnya. Razia ini melibatkan koordinasi antara Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Unit Reserse Mobilitas (Resmob), serta Unit Pidana Umum Satreskrim Polresta Sidoarjo, dengan total kurang lebih 30 petugas yang terlibat.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga bekerja sama dengan pihak pengelola hotel untuk melakukan pemeriksaan kamar secara menyeluruh. Hasilnya, polisi mengamankan 7 PSK online yang kedapatan berada di dalam kamar hotel bersama pelanggan. Selain itu, 5 pria hidung belang juga turut diamankan karena ditemukan bersama para PSK pada saat pemeriksaan berlangsung. Beberapa di antara pria tersebut mengaku datang dari luar Kabupaten Sidoarjo, termasuk dari Surabaya dan Gresik.
Saat penggeledahan berlangsung, beberapa PSK terlihat terkejut dan kebingungan, bahkan sebagian dari mereka mencoba menyembunyikan diri di dalam kamar mandi sebelum akhirnya ditemukan petugas. Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti yang disita, antara lain alat kontrasepsi beragam jenis, ponsel pintar yang berisi riwayat percakapan penawaran jasa, kartu identitas, serta perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan praktik prostitusi online.
Lebih dari Sekadar Penindakan: Program Rehabilitasi dan Pembinaan
Seluruh PSK dan pria hidung belang yang terjaring razia langsung dibawa ke Markas Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses pendataan, wawancara, serta pembinaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, yang membedakan razia kali ini adalah adanya program rehabilitasi yang disiapkan bagi para PSK.
Pejabat Polresta Sidoarjo], Kapolresta Sidoarjo, menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk memberikan pendampingan psikologis, pelatihan keterampilan, serta bantuan modal usaha bagi para PSK yang ingin meninggalkan dunia prostitusi.
“Kami tidak hanya ingin menindak para pelaku, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai hidup yang lebih baik,” ujar [Nama Pejabat Polresta Sidoarjo].
Kanit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Utun Utami, menambahkan bahwa razia tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum libur panjang Nataru. “Kami akan terus melakukan pengawasan dan operasi penindakan agar keamanan di Kabupaten Sidoarjo tetap terjaga. Kami juga menghimbau pihak pengelola hotel untuk lebih waspada dan tidak membiarkan tempat usaha mereka digunakan untuk aktivitas ilegal,” tegasnya.
Pihak pengelola hotel yang terlibat dalam razia juga diberikan peringatan oleh polisi untuk lebih ketat dalam melakukan pemeriksaan terhadap tamu yang menginap, serta melaporkan ke polisi jika menemukan tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan di dalam hotel. Polresta Sidoarjo: Berantas Prostitusi Online, Selamatkan Generasi Muda Razia Hotel: Tindak Tegas Pelaku, Buka Jalan bagi Rehabilitasi
