Nasional

Polri Kerahkan Armada Udara dan Laut Skala Besar untuk Percepat Bantuan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Nasional

Polri meningkatkan upaya penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dengan mengerahkan armada udara dan laut secara terintegrasi. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan, terutama ke wilayah-wilayah terisolir pascabencana.

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divhumas Polri, menegaskan bahwa percepatan pendistribusian bantuan menjadi prioritas utama. “Saat ini Polri mengerahkan pesawat dan helikopter untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi terdampak. Akses darat di banyak titik masih terputus, sehingga percepatan melalui udara menjadi kunci agar masyarakat dapat segera menerima logistik,” ujarnya.

Armada yang Dikerahkan:

  • Pesawat Udara:
  • CN295/P-4501 (PIC Kompol Rahman A, 7 crew): Logistik Aceh–Sumbar
  • Fokker 27 MK50/P-4401 (PIC AKBP Stefanus, 7 crew): Logistik Jambi–Sumut
  • Boeing 737-800NG/P-7301 (PIC AKBP Troy Adam, 19 crew): Dukungan koordinasi penanganan di Sumut
  • Helikopter:
  • AW169/P-3303 (PIC AKBP Dian Didik, 4 crew): Distribusi logistik Aceh
  • Dauphin AS365 N3/P-3103 (PIC AKP Asep Saepudin, 4 crew): Bantuan ke wilayah Sumbar
  • NBO-105/P-1112 (PIC AKP Doni, 4 crew): Mobilisasi bantuan udara Sumut
  • Bell 429/P-3203 (PIC Kompol Ali Hasbi, 4 crew): Pengiriman bantuan cepat dan evakuasi
  • Bell 412EP/P-3002 (PIC Kompol Asran Koto, 5 crew): Operasi inspeksi dan distribusi terpadu
  • Kapal Polair:
  • KP Wisanggeni–8005 (A2): Rute Aceh (CT-1 BPKS Sabang)
  • KP Antareja–7007 (A3): Rute Sumut–Sumbar (Pelabuhan Perikanan Sibolga)
  • KP Anis Kembang–4001 (B3): Rute Sumut (Pelindo Belawan)
  • KP Lory–3018 (C1): Rute Sumut (Dermaga Panton Bagan Asahan)
  • Dukungan tambahan dari kapal Polda Kepri dan Polda Riau untuk memperkuat jalur suplai dari sisi pantai.

Operasi penerbangan telah menjangkau wilayah terdampak sejak beberapa hari terakhir secara bertahap. Helikopter telah melakukan airdrop bahan pokok di beberapa titik Tapanuli dan wilayah terisolir lainnya.

Mobilisasi besar ini bertujuan untuk memastikan jalur suplai logistik tidak berhenti, wilayah terisolir dapat kembali terbuka, dan operasi tanggap darurat berlangsung lebih cepat serta tepat sasaran. Polri memastikan pengiriman bantuan akan terus berlangsung sampai kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi.

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *