
SURABAYA – Sebuah penemuan menghebohkan terjadi di kawasan Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, pada Senin pagi (13/4/2026). Seorang pria dewasa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tepat di bawah jembatan Tol Waru–Juanda, sekitar pukul 10.30 WIB.
Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar yang sedang beraktivitas. Korban ditemukan dalam posisi tergeletak tak berdaya di area bawah tiang penyangga tol, sebuah lokasi yang sering dijadikan tempat singgah atau berlindung bagi para tunawisma atau gelandangan.
Awalnya Dikira Sedang Tidur
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, awalnya keberadaan sosok pria tersebut tidak menimbulkan kecurigaan. Warga mengira korban sedang beristirahat atau tidur biasa, mengingat area tersebut memang sering dihuni oleh orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Namun, karena posisinya diam terlalu lama dan terlihat tidak bergerak sama sekali, warga akhirnya memberanikan diri untuk mendekat dan memeriksanya. Betapa terkejutnya mereka saat menyadari bahwa korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sama sekali.
Tim Gabungan Evakuasi Jenazah
Mendapat laporan tersebut, pihak berwenang langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Personel dari Polsek Wonocolo datang bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan sidik jari guna proses identifikasi.
Selain kepolisian, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga hadir di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan area agar tidak menghambat arus lalu lintas di sekitar jembatan.
Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam serta pemeriksaan medis untuk mengetahui apakah korban meninggal karena sakit, faktor cuaca, kelaparan, atau adanya unsur kriminal lainnya.
Jenazah korban pun telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses visum et repertum guna mendapatkan keterangan medis yang jelas.
Kasus ini kembali menjadi sorotan mengenai kondisi sosial di perkotaan, di mana banyak orang terlantar yang hidup di bawah jembatan atau pinggiran jalan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan rawan terhadap risiko kesehatan maupun keselamatan.
(red)

