
Sidoarjo, 15 Februari 2026 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo mengungkapkan kasus penipuan yang dilakukan dengan modus unik: meminta tolong diantar untuk mencari anggota keluarga yang diklaim hilang. Melalui skenario yang dirancang dengan cermat, tiga pria berhasil mengelabui beberapa korban dan membawa kabur sepeda motor mereka sebelum akhirnya berhasil diamankan petugas.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah beberapa korban melaporkan kehilangan sepeda motor setelah membantu orang yang mengaku kesusahan mencari anggota keluarga. Wakil Kepala Polresta Sidoarjo AKBP M. Zainur Rofik menjelaskan bahwa pelaku bekerja dalam kelompok kecil dan menyasar pengendara motor yang tampak mudah terbantu atau sedang dalam kondisi yang rentan untuk ditipu.
“Pelaku akan menghampiri korban yang sedang berhenti atau melintas di jalan raya, kemudian menyampaikan cerita bahwa mereka sedang mencari anggota keluarga yang hilang. Setelah mendapatkan kepercayaan korban, mereka akan meminta untuk diantar ke beberapa lokasi yang diklaim sebagai tempat terakhir keluarga tersebut terlihat, lalu pada saat yang bersamaan mengambil kesempatan untuk membawa kabur kendaraan korban,” jelas AKBP M. Zainur Rofik dalam keterangan resmi pada hari Sabtu (15/2/2026).
Menurut informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan awal, pelaku menggunakan taktik yang sama untuk setiap korban. Mereka akan mendekati pengendara motor dengan wajah yang tampak khawatir dan meminta bantuan untuk mencari anggota keluarga yang disebut telah hilang. Setelah korban bersedia membantu, pelaku akan meminta untuk diantar ke beberapa lokasi, dan pada saat korban berhenti atau sedikit terdistraksi, pelaku akan segera mengendarai motor korban dan kabur dengan cepat.
Dalam satu kejadian yang berhasil didokumentasikan melalui CCTV di salah satu kawasan perumahan, pelaku yang terdiri dari tiga orang pria muda tersebut terlihat mendekati korban bernama Siti (32) yang sedang berhenti di depan warung makan. Mereka menyampaikan bahwa sedang mencari saudara perempuan yang hilang dan meminta untuk diantar ke lokasi tertentu. Setelah beberapa menit berkendara bersama, pelaku mengaku perlu mengambil sesuatu dari dalam motor dan kemudian langsung melarikan diri dengan membawa motor milik Siti.
“Saya merasa iba ketika melihat mereka tampak cemas mencari keluarga. Namun, setelah saya menyadari bahwa motor saya hilang, saya langsung melaporkan ke polisi. Alhamdulillah, dengan bantuan rekaman CCTV dan informasi dari warga sekitar, pelaku berhasil dilacak,” ujar Siti saat memberikan keterangan di Mapolsek.
Setelah menerima beberapa laporan serupa dalam waktu singkat, Satreskrim Polresta Sidoarjo segera melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pola serta ciri khas pelaku. Melalui koordinasi dengan berbagai pihak dan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang sering menjadi target, petugas akhirnya berhasil mengamankan ketiga pelaku di sebuah penginapan di kawasan Kecamatan Waru pada hari Kamis (12/2/2026) malam.
“Kami menangkap ketiga pelaku saat mereka sedang merencanakan aksi berikutnya. Saat diamankan, kami menemukan beberapa bukti berupa kunci motor, dokumen palsu, serta barang bukti dari korban sebelumnya. Semua pelaku telah mengaku melakukan tindakan penipuan tersebut karena kesulitan ekonomi dan terpengaruh teman sebaya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Budi Santoso.
AKP Budi Santoso menambahkan bahwa kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai bentuk tipuan yang mungkin datang dengan kedok bantuan atau kesusahan. “Meskipun kita harus tetap memiliki hati yang mau membantu sesama, namun kita juga perlu tetap waspada dan tidak mudah mempercayakan kendaraan atau barang berharga kepada orang yang tidak dikenal,” ujarnya.
Ketiga pelaku telah dijerat dengan pasal terkait pencurian dan penipuan, dengan ancaman hukuman penjara yang sesuai peraturan hukum. Polresta Sidoarjo juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan agar dapat mencegah korban lain mengalami hal yang sama dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Sidoarjo.
(red)

