
Surabaya – Di tengah riuhnya perbedaan pendapat dan aksi saling klaim kebenaran, suara kearifan lokal kembali menggema. Tokoh masyarakat Surabaya, Edy Macan, mengajak seluruh warga untuk kembali merajut persatuan dengan semangat wani rukun, mengedepankan dialog konstruktif sebagai kunci meredam polarisasi yang berpotensi merusak harmoni Kota Pahlawan.
Menyikapi berbagai aksi dan pernyataan yang mengatasnamakan pembelaan rakyat, Edy Macan menekankan bahwa Surabaya memiliki modal sosial yang kuat, yaitu tradisi gotong royong dan musyawarah mufakat. Semangat inilah yang harus dihidupkan kembali untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi kota.
“Surabaya ini wani, tapi juga rukun. Jangan sampai semangat wani kita kebablasan, sampai lupa kalau kita ini bersaudara,” ujar Edy Macan dengan nada khas Suroboyoan yang akrab di telinga warga. “Perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan sampai perbedaan itu memecah belah kita.”
Menolak Kekerasan Verbal dan Fisik: Mengedepankan Dialog yang Santun dan Bermartabat
Edy Macan menyoroti keprihatinannya terhadap maraknya ujaran kebencian, bullying, dan tantangan adu fisik yang mewarnai berbagai diskusi dan aksi di Surabaya. Ia menilai tindakan-tindakan tersebut tidak mencerminkan budaya luhur Kota Pahlawan yang dikenal dengan kesantunan dan toleransi.
“Kita ini orang Surabaya, gak level lah kalau cuma ribut di media sosial atau nantang-nantang orang. Lebih baik kita duduk bersama, bicara baik-baik, cari solusi yang terbaik untuk semua,” tegas Edy Macan. “Kalau ada masalah, ya diselesaikan secara kekeluargaan, bukan dengan kekerasan atau ujaran kebencian.”
Edy Macan juga mengajak seluruh pihak, termasuk para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemimpin ormas, dan influencer media sosial, untuk memberikan contoh yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dari provokasi, menghindari penggunaan kata-kata yang kasar dan merendahkan, serta mengedepankan dialog yang santun dan bermartabat.
Inisiatif Dialog Komunitas: Membangun Jembatan Antar Kelompok yang Berbeda
Sebagai wujud komitmennya untuk merajut persatuan, Edy Macan berencana untuk menggagas serangkaian inisiatif dialog komunitas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Surabaya. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi wadah bagi warga untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi kota.
“Saya ingin mengajak semua warga Surabaya, tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan, untuk ikut serta dalam dialog komunitas ini,” ujar Edy Macan. “Kita akan membahas berbagai isu penting, seperti masalah ekonomi, sosial, budaya, dan politik, dengan cara yang terbuka, jujur, dan konstruktif.”
Edy Macan menambahkan bahwa inisiatif dialog komunitas ini akan difasilitasi oleh para mediator yang terlatih, yang akan membantu peserta untuk berkomunikasi secara efektif, menghindari konflik, dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Peran Aktif Pemerintah Kota: Memfasilitasi Dialog dan Menindak Tegas Pelanggar Hukum
Edy Macan juga menekankan pentingnya peran aktif Pemerintah Kota Surabaya dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi dialog dan partisipasi masyarakat. Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi dialog antara berbagai kelompok yang berbeda, menyediakan sumber daya
(Gareng/Hery)
