
Tabanan, 5 Desember 2025 – Bali, yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya, kini menghadapi ancaman serius: mafia BBM subsidi. Di Tabanan, praktik penyalahgunaan Pertalite merajalela, membuat petani dan nelayan kelimpungan. SPBU 54.821.07 di Kerambitan menjadi episentrum skandal ini, dengan dugaan keterlibatan oknum SPBU dan rekomendasi siluman.
SPBU Siluman, BBM Gaib:
SPBU ini bukan lagi tempat pengisian bahan bakar, melainkan arena transaksi ilegal. Sejak dini hari, antrean jerigen mengular, mengalahkan kendaraan umum yang hendak mengisi BBM. Ironisnya, SPBU ini sering kehabisan stok, terutama saat petani dan nelayan membutuhkan Pertalite untuk aktivitas mereka.
“Kami datang pagi-pagi, tapi katanya sudah habis. Jerigen yang duluan dapat,” keluh seorang petani dengan nada putus asa.
Rekomendasi Ajaib, Mafia Beraksi:
Modus operandi mafia ini terbilang canggih. Mereka diduga menggunakan surat rekomendasi palsu atau “ajaib” dari desa dan dinas terkait untuk membeli Pertalite dalam jumlah besar. Surat yang seharusnya untuk petani, nelayan, atau UMKM, disalahgunakan untuk menimbun dan menjual kembali BBM dengan harga tinggi.
“Ada yang bisa dapat rekomendasi banyak sekali, padahal bukan petani atau nelayan. Ini kan aneh,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pungli Merajalela, SPBU Terlibat?
Praktik pungutan liar juga menjadi bagian dari skenario kejahatan ini. Pembeli jerigen harus membayar “biaya pompa” kepada petugas SPBU, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per jerigen. Ini jelas praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
Pertamina Lemah, Masyarakat Geram:
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus dinilai lemah dalam menindak SPBU nakal. Pernyataan normatif tanpa tindakan nyata membuat masyarakat geram. Pertamina harus lebih proaktif, melakukan investigasi mendalam, dan memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang terbukti terlibat praktik ilegal.
Polisi Harus Bertindak, Jangan Jadi Penonton:
Polres Tabanan jangan hanya menjadi penonton. Usut tuntas kasus ini, tangkap para pelaku penimbunan, pemalsu rekomendasi, dan oknum SPBU yang bermain mata. Jangan biarkan mafia BBM merajalela dan merugikan masyarakat Tabanan.
Saatnya Tabanan Bangkit:
Krisis BBM subsidi ini adalah momentum bagi Tabanan untuk bangkit. Perbaiki sistem pengawasan, perketat penerbitan rekomendasi, dan berantas praktik korupsi yang merugikan masyarakat. Jangan biarkan Tabanan menjadi sarang mafia BBM!
Aksi Nyata, Bukan Janji Palsu:
Masyarakat Tabanan menuntut aksi nyata, bukan janji palsu. Pertamina dan Polres Tabanan harus bekerja sama untuk membongkar jaringan mafia BBM ini dan memberikan efek jera kepada para pelaku. Jangan biarkan Tabanan terus menjadi korban!
(red)
