
Jakarta, 29 Desember 2025 – Angkatan Laut Republik Indonesia (TNI AL) terus memantapkan komitmennya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Kali ini, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Gilimanuk (TGK)-531 telah sukses menyelesaikan kegiatan embarkasi (pemuatan) logistik dalam rangka Operasi Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) untuk wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang berlangsung di Dermaga Beaching Lanal Bintan, Kepulauan Riau, pada hari Minggu (28/12/2025). Kegiatan pemuatan yang diikuti oleh seluruh personel KRI TGK-531 dan personel Lanal Bintan berjalan lancar selama lebih dari 8 jam, mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB.
Kegiatan embarkasi logistik ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang beberapa hari yang lalu memberikan instruksi kepada Komando Lintas Wilayah Laut (Kolinlamil) untuk segera menyiapkan bantuan kemanusiaan bagi wilayah di Sumatera yang baru-baru ini terdampak bencana banjir dan longsor akibat curah hujan yang sangat tinggi. Menurut laporan yang diterima oleh Mabes TNI AL, banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir pekan lalu telah merusak ribuan rumah, mengganggu akses jalan, dan menyebabkan ratusan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat pengungsian sementara.
“Perintah dari Kasal adalah jelas: kita harus bergerak cepat dan tepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bencana tidak menunggu, jadi kita juga tidak boleh menunggu. KRI Teluk Gilimanuk 531 dipilih karena memiliki kapasitas muat yang cukup dan kesiapsiagaan yang tinggi untuk melakukan tugas ini,” ungkap Kadispen TNI AL Laksamana Muda TNI (Laksda) Taufiq Hidayat dalam keterangan resmi yang diterbitkan di Jakarta, hari ini (29/12/2025).
Adapun rincian logistik yang dimuat ke dalam KRI TGK-531 sangat komprehensif, mencakup kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Personel Logistik Lanal Bintan, barang-barang yang dipuat meliputi:
– Beras 5 kg sebanyak 16,66 ton (yang setara dengan 3.332 bungkus beras)
– Air mineral kemasan 600 ml sebanyak 378 kardus (sekitar 9.072 botol)
– Mie instan berbagai merek sebanyak 620 kardus (sekitar 37.200 bungkus)
– Pakaian baru (baju, celana, dan mukena) sebanyak 300 pcs
– Roti kering sebanyak 4 kardus
– Gula pasir sebanyak 42 kg (dalam kemasan 1 kg)
– Tikar lipat sebanyak 15 pcs
– Selimut tebal sebanyak 10 pcs
– Tas sekolah sebanyak 6 pcs (dilengkapi dengan perlengkapan sekolah)
– Sarden kemasan sebanyak 10 kardus (sekitar 2.400 kaleng)
– Teh kemasan bubuk sebanyak 20 kotak
– Sabun mandi dan cuci sebanyak 40 pcs
– Susu bubuk SGM sebanyak 3 kardus (sekitar 360 bungkus)
– Pampers berbagai ukuran sebanyak 29 kardus
– Masker medis sebanyak 8 karton (sekitar 40.000 lembar)
– Tisu roll sebanyak 10 pack
– Biskuit berbagai merek sebanyak 17 kardus
– Puding kemasan sebanyak 8 kardus
– Minyak goreng kemasan 2 liter sebanyak 42 pcs
Seluruh bantuan logistik tersebut akan dibawa menuju Provinsi Aceh terlebih dahulu, yang merupakan wilayah paling banyak terdampak bencana. Setelah itu, KRI TGK-531 akan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat untuk menyebarkan sisa bantuan kepada korban di daerah tersebut.
Komandan KRI TGK-531 Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto, yang memimpin kegiatan embarkasi tersebut, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pemuatan logistik berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa personel KRI telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap setiap barang yang dimuat untuk memastikan kondisi yang baik dan aman selama perjalanan.
“Kami sangat senang bahwa kegiatan embarkasi hari ini berjalan lancar tanpa ada kendala apapun. Seluruh personel KRI TGK-531 telah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memastikan bahwa semua bantuan dapat segera dibawa ke korban. Ini adalah bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung operasi kemanusiaan dan membantu percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” ujar Letkol Laut (P) Erwin.
Ia juga menambahkan bahwa KRI TGK-531 telah menyiapkan segala kebutuhan untuk perjalanan yang akan berlangsung sekitar 2 hari lamanya, termasuk persediaan bahan bakar, makanan untuk personel, dan peralatan medis guna menangani kemungkinan keadaan darurat selama perjalanan.
Kegiatan embarkasi logistik ini sekaligus mencerminkan kesiapsiagaan yang tinggi dari unsur KRI dalam mendukung tugas pemerintah melalui Operasi Gulbencal. Sebagai wujud nyata peran TNI AL dalam melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya pada penanggulangan bencana alam, TNI AL telah menyediakan berbagai kapal dan personel yang siap bergerak kapan saja dan di mana saja ketika dibutuhkan.
Menurut data Mabes TNI AL, sejak awal tahun 2025, TNI AL telah terlibat dalam lebih dari 30 operasi penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia, termasuk banjir, longsor, kebakaran hutan, dan gelombang pasang. Dalam setiap operasi, TNI AL selalu menyediakan bantuan logistik, angkutan, dan tenaga bantu untuk membantu masyarakat terdampak.
“Tugas OMSP adalah bagian penting dari tugas TNI AL selain pertahanan negara. Kami selalu siap memberikan kontribusi terbaik untuk kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran negara,” tegas Laksda Taufiq Hidayat.
Setelah menyelesaikan embarkasi, KRI Teluk Gilimanuk 531 segera berlayar dari Dermaga Beaching Lanal Bintan pada pukul 17.00 WIB hari Minggu (28/12/2025) menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Perjalanan kapal diharapkan akan tiba di tujuan pada hari Selasa (30/12/2025) pagi. Di sana, bantuan logistik akan diterima oleh pihak Pemerintah Provinsi Aceh dan diteruskan ke tempat pengungsian serta daerah terdampak bencana.
Personel Lanal Bintan yang turut membantu kegiatan embarkasi juga menyampaikan harapan bahwa bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat besar bagi korban bencana. “Kami berdoa agar kapal sampai dengan selamat dan bantuan ini dapat membantu mengurangi penderitaan masyarakat di Sumatera,” ujar Kepala Lanal Bintan Letkol Laut (P) Ahmad Syafii.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Komjen Pol (Purn) Suharyanto juga menyampaikan apresiasi terhadap kecepatan dan kejelasan TNI AL dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah sangat penting untuk menangani bencana alam secara efektif.
“Kami sangat menghargai kontribusi TNI AL dalam operasi penanggulangan bencana ini. Dengan kecepatan yang ditunjukkan, bantuan dapat segera mencapai korban dan membantu percepatan proses pemulihan,” ujar Komjen Pol (Purn) Suharyanto.
Harapannya, dengan bantuan yang diberikan oleh TNI AL dan berbagai pihak lainnya, masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat segera pulih dan kembali menjalankan kehidupan sehari-hari seperti biasa. TNI AL juga menyatakan bahwa akan terus memantau situasi di daerah terdampak dan siap memberikan bantuan tambahan jika dibutuhkan.
(red)
