
Kabupaten Kediri – Sebanyak 25 orang yang diduga merupakan bagian dari supporter Aremania (supporter Arema FC) berhasil diamankan oleh pihak kepolisian saat dalam perjalanan menuju wilayah perbatasan Kediri-Malang pada Minggu (11/01/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Aksi pengamanan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya perseteruan dengan supporter Persik Kediri (Persikmania) jelang pertandingan sepak bola antara kedua klub yang digelar pada hari yang sama di Stadion Brawijaya Kediri.
Kejadian bermula ketika Tim Patroli Gabungan Polres Kediri yang melakukan pengawasan intensif di kawasan perbatasan mendeteksi adanya konvoi kendaraan sepeda motor yang terdiri dari sekitar 15 unit yang tampak bergerak dengan arah menuju wilayah Kediri. Setelah melakukan pendekatan dan pemeriksaan awal, petugas mencurigai bahwa kelompok tersebut memiliki niat untuk mencari konflik dengan supporter lokal, mengingat latar belakang pertandingan yang akan berlangsung pada hari itu.
Dalam proses pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan barang bawaan para individu tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi membahayakan dan diduga akan digunakan untuk aksi kekerasan. Di antaranya adalah beberapa botol minuman keras yang ditemukan tersembunyi di dalam jok sepeda motor, serta batu berukuran kecil hingga sedang yang dikemas dalam kantong plastik dan juga ditempatkan di dalam jok kendaraan.
Wakapolres Kediri Kompol Hary Kurniawan yang memimpin proses penanganan kejadian ini menyampaikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. “Beberapa bongkahan batu dan botol miras kami temukan di dalam jok motor yang digunakan oleh kelompok ini. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan kami bahwa mereka memiliki niat untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat dan mengakibatkan kerusuhan antar supporter,” ujar Kompol Hary Kurniawan.
Setelah diamankan, para individu tersebut dibawa ke Mapolres Kediri untuk dilakukan proses pendataan identitas dan pemeriksaan lebih lanjut. Selama pemeriksaan awal, sebagian dari mereka mengaku berasal dari berbagai wilayah di Kota Malang dan Kabupaten Malang, serta mengaku ingin menyaksikan pertandingan Persik Kediri vs Arema FC. Namun, sebagian lainnya tidak dapat memberikan penjelasan yang jelas terkait tujuan membawa barang-barang yang berpotensi membahayakan tersebut.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari serangkaian upaya antisipatif yang telah direncanakan jauh-jauh hari untuk menjamin kelancaran dan keamanan pertandingan sepak bola tersebut. Selain meningkatkan patroli di wilayah perbatasan, Polres Kediri juga telah bekerja sama dengan Polres Malang untuk mengawasi pergerakan supporter kedua klub dan mencegah terjadinya interaksi yang tidak diinginkan sebelum dan sesudah pertandingan.
Kompol Hary Kurniawan juga mengimbau kepada seluruh supporter dari kedua klub untuk dapat menyaksikan pertandingan dengan penuh sportifitas dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu ketertiban serta membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. “Kami mengingatkan bahwa pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, bukan menjadi sarana untuk menyebarkan kebencian atau kekerasan. Pihak kepolisian akan tetap tegas dalam menindak setiap bentuk pelanggaran hukum yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.
Setelah melalui proses pendataan dan pembinaan, para individu yang diamankan tersebut kemudian dikawal oleh petugas kepolisian untuk dipulangkan kembali ke wilayah asalnya di Malang. Hingga saat ini, situasi keamanan di sekitar Stadion Brawijaya Kediri dan seluruh wilayah Kabupaten Kediri terpantau tetap aman dan kondusif, dengan pihak kepolisian terus melakukan patroli hingga akhir pertandingan.
(red)
