
Kediri Pare, 17 November 2025 — Pemerintah Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon-pohon tinggi di sepanjang Jalan A. Yani Timur sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan lebat yang disertai angin kencang. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah potensi bahaya seperti pohon tumbang, ranting patah, hingga gangguan pada kabel listrik dan pengguna jalan.
Pemangkasan dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan perangkat desa, petugas lapangan, serta dukungan warga sekitar yang turut membantu proses pengamanan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Antisipasi Cuaca Ekstrem: Keamanan Pengguna Jalan Jadi Prioritas
Kepala Desa Tulungrejo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk menjaga keselamatan masyarakat, terutama karena beberapa pohon di sepanjang Jalan A. Yani Timur telah tumbuh tinggi dan rimbun.
“Saat musim hujan, angin kencang sering datang tiba-tiba. Kami tidak ingin ada kecelakaan atau kerusakan akibat pohon roboh. Maka pemangkasan ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

Langkah ini dinilai sangat penting mengingat Jalan A. Yani Timur merupakan salah satu jalur yang cukup padat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Warga Menyambut Baik Upaya Pemangkasan
Banyak warga sekitar yang memberikan apresiasi terhadap kegiatan pemangkasan ini. Menurut mereka, beberapa pohon memang sudah memerlukan penanganan karena dahannya terlalu menjulur ke jalan.
Seorang warga yang melintas menyampaikan,“Kami senang desa cepat tanggap. Kalau musim hujan, sering khawatir ranting jatuh saat ada angin kencang. Dengan adanya pemangkasan ini, pengguna jalan jadi lebih aman.”
Kegiatan pemangkasan juga dilakukan dengan memperhatikan aspek estetika agar lingkungan tetap terlihat rapi dan asri setelah proses pemotongan.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Pemerintah Desa Tulungrejo turut berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Linmas, serta petugas yang berpengalaman dalam pemangkasan pohon tinggi untuk memastikan proses berjalan aman. Beberapa titik yang dinilai paling rawan tumbang mendapat perhatian khusus, terutama lokasi yang dekat dengan rumah warga, persimpangan jalan, dan instalasi listrik.
Pemangkasan Berkala Akan Dilakukan
Pihak desa berencana menjadikan kegiatan ini sebagai program rutin, khususnya saat memasuki musim penghujan. Selain pemangkasan, pemdes juga mengimbau warga untuk melaporkan jika menemukan pohon yang tampak rapuh, miring, atau membahayakan lingkungan sekitar.
Motivasi: Langkah Kecil untuk Keselamatan Besar
Kegiatan pemangkasan pohon di Tulungrejo mengajarkan bahwa keselamatan adalah hasil dari tindakan pencegahan, bukan sekadar penanganan setelah bencana terjadi.
Setiap upaya kecil—seperti memotong dahan yang rapuh, membersihkan lingkungan, atau melapor ketika melihat potensi bahaya—dapat menyelamatkan banyak nyawa.
“Pencegahan adalah bentuk kepedulian. Ketika kita menjaga lingkungan, lingkungan pun menjaga kita.”
Semoga semangat gotong royong dan kewaspadaan ini terus hidup di tengah masyarakat, terutama pada musim cuaca ekstrem.
(red)

