Nasional TNI POLRI

“Operasi Lilin Toba di Gunungsitoli: Brimob Polda Sumut Rangkul Masyarakat, Jamin Nataru Aman dengan Pendekatan Humanis dan Pesan Damai!”

TNI-Polri nasional

Gunungsitoli – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat dalam Operasi Lilin Toba 2025 di Kota Gunungsitoli. Minggu (28/12/2025), satu Satuan Setingkat Peleton (SST) dari Kompi 4 Yon C Sat Brimob Polda Sumut diterjunkan untuk melaksanakan apel dan patroli pengamanan di sejumlah titik strategis, mengedepankan pendekatan humanis dan pesan-pesan damai dalam menjamin keamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Berbeda dengan pendekatan represif yang seringkali diasosiasikan dengan aparat keamanan, Operasi Lilin Toba kali ini mengedepankan dialog, senyum, dan sapa dalam berinteraksi dengan masyarakat. Personel Brimob tidak hanya berjaga di pos-pos pengamanan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan warga, memberikan informasi tentang keamanan, serta mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka.

“Kita ingin masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran kita. Kita bukan hanya penjaga keamanan, tapi juga sahabat masyarakat,” ujar Danton 1 Kompi 4 Yon C, Ipda Jun Happy Sihombing, S.Sos., yang memimpin langsung kegiatan pengamanan. “Dengan pendekatan humanis, kita berharap dapat membangun kepercayaan dan kerjasama yang baik dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.”

Merangkul Masyarakat Lokal: Sinergi untuk Keamanan Bersama

Dalam menjalankan tugas pengamanan, personel Brimob juga berkoordinasi erat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan di Gunungsitoli. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perayaan Nataru, serta mencegah terjadinya konflik atau gangguan keamanan yang tidak diinginkan.

“Kita melibatkan semua elemen masyarakat dalam pengamanan Nataru. Dengan kerjasama yang baik, kita yakin dapat menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai bagi semua,” ujar Ipda Jun Happy Sihombing. “Kita juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika melihat atau mendengar informasi yang mencurigakan.”

Menjaga Rumah Ibadah dan Pusat Keramaian: Kehadiran Negara yang Menenangkan

Patroli pengamanan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, antara lain:

  • BNKP Kota Gunungsitoli dan BNKP Hosiana: Kehadiran personel Brimob di sekitar gereja-gereja ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat yang melaksanakan ibadah Natal.
  • Kawasan Tugu Durian: Area ini merupakan pusat keramaian di Gunungsitoli, terutama saat malam hari. Personel Brimob berpatroli untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban lainnya.

“Kita ingin masyarakat Gunungsitoli dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang dan khidmat. Kehadiran kami di tengah-tengah mereka adalah wujud komitmen negara untuk melindungi segenap warga negara,” tegas Ipda Jun Happy Sihombing.  Pesan Damai dan Persatuan: Merajut Harmoni dalam Perbedaan

Operasi Lilin Toba bukan hanya tentang pengamanan fisik, tetapi juga tentang menyampaikan pesan-pesan damai dan persatuan kepada masyarakat. Personel Brimob aktif berinteraksi dengan warga, mengingatkan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, serta menghormati perbedaan pendapat.

“Kita semua adalah saudara sebangsa dan setanah air. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta hindari segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah kita,” ujar Ipda Jun Happy Sihombing. “Dengan semangat persatuan dan kesatuan, kita dapat membangun Gunungsitoli yang lebih baik.” Kesiapsiagaan dan Kekompakan: Kunci Keberhasilan Pengamanan. Dalam arahannya saat apel, Ipda Jun Happy Sihombing menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kesehatan, dan kekompakan personel dalam menjalankan tugas pengamanan. Ia juga

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *