
Semarang, 9 Januari 2026 – Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) telah secara resmi menyerahkan Taman dan Monumen Komisaris Polisi (KP) II Raden Mas (R.M.) Bambang Soeprapto yang berlokasi di Jalan Letnan Jenderal S. Parman, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Jumat (09/01/2026). Peresmian monumen yang menjadi bukti penghormatan atas jasa dan keteladanan sang pejuang dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa di Kota Semarang dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, dengan harapan dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, cinta tanah air, dan semangat pengabdian kepada negara.
Kegiatan yang diadakan dalam suasana yang sakral dan penuh penghormatan ini dihadiri oleh rombongan penting yang terdiri dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Ketua Umum Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo, serta sesepuh purnawirawan Polri yang juga merupakan Mantan Kapolri, yaitu Jenderal Polisi (Purn) Bimantoro dan Jenderal Polisi (Purn) Sutarman. Selain itu, hadir pula jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah, Teknisi Jibom Utama Tingkat II Brigjen Pol Yopie Indra P. Sepang, Teknisi KBRN Madya Tingkat II Kombes Pol James P. Hutagaol, para pengurus PKBB dari berbagai daerah, purnawirawan Polri, ahli waris KP II R.M. Bambang Soeprapto yang diwakili oleh Bapak R.M. Haryono Eddyarto, serta sejumlah tamu undangan yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan almarhum.
Rangkaian acara peresmian dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan upacara menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama oleh seluruh hadirin dengan penuh rasa cinta tanah air. Setelah itu, dilanjutkan dengan penayangan video dokumenter yang memperlihatkan sejarah singkat Peristiwa Perang Lima Hari di Semarang yang terjadi pada tanggal 15 hingga 19 Oktober 1945 – sebuah peristiwa bersejarah di mana KP II R.M. Bambang Soeprapto berperan sebagai salah satu tokoh sentral yang memimpin Pasukan Polisi Istimewa dalam melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang yang masih berkuasa di wilayah tersebut. Melalui perjuangannya, almarhum juga berkontribusi besar dalam mempertahankan kedaulatan dan semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan, dengan pengaruh yang menjangkau wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Setelah penayangan video selesai, Bapak R.M. Haryono Eddyarto sebagai ahli waris KP II R.M. Bambang Soeprapto maju untuk menyampaikan pernyataan dari keluarga besar almarhum. Dalam pidatonya yang penuh emosi dan rasa syukur, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan taman dan monumen tersebut.
“Kami mewakili keluarga besar almarhum KP II R.M. Bambang Soeprapto menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terwujudnya Taman dan Monumen yang diabadikan dengan nama beliau. Kami juga menyampaikan terima kasih, rasa haru, dan kebanggaan yang mendalam atas bentuk penghormatan ini terhadap jasa almarhum dalam perjuangan bangsa dan negara,” ucap Bapak Haryono Eddyarto dengan suara yang jelas dan penuh perasaan.
Beliau juga menegaskan bahwa pembangunan monumen ini tidak dimaksudkan untuk mengkultuskan almarhum, melainkan sebagai sarana untuk mengenang sejarah perjuangan dan memberikan pembelajaran bagi generasi muda agar dapat mengambil contoh nilai-nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh almarhum selama hidupnya. “Kami berharap taman dan monumen ini dapat menjadi tempat di mana generasi muda dapat belajar tentang sejarah perjuangan bangsa, memiliki karakter yang kuat, cinta tanah air, dan semangat pengabdian yang tinggi kepada negara. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PKBB, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mewujudkan impian keluarga kami ini,” tambahnya.
Selanjutnya, Ketua Umum PKBB Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo dalam sambutannya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran proses pembangunan dan peresmian taman serta monumen KP II R.M. Bambang Soeprapto. Menurutnya, peresmian monumen ini merupakan bentuk penghormatan yang layak diberikan kepada almarhum sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus sebagai sarana edukasi nilai-nilai kepahlawanan bagi generasi penerus bangsa.
“Perjuangan luar biasa yang telah dilakukan oleh almarhum Kompol II R.M. Bambang Soeprapto, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, menjadikan beliau layak untuk dikenang dan dimonumenkan sebagaimana telah ditegaskan dalam Keputusan Menteri Pertahanan/Panglima Angkatan Bersama Nomor Skep 1023/VIII Tahun 1977. Hal ini sejalan dengan pesan ‘Jas Merah’ yang mengingatkan kita semua untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulu yang telah berkorban demi kemerdekaan yang kita nikmati saat ini,” jelas Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo.
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar almarhum, khususnya Bapak R.M. Haryono Eddyarto yang telah memberikan dukungan penuh selama proses perencanaan dan pembangunan monumen, serta kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah memberikan dukungan dalam hal penyediaan lahan dan koordinasi terkait dengan pembangunan fasilitas pendukung. “Monumen ini selanjutnya akan dikelola sebagai fasilitas umum dan sarana edukasi masyarakat, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya,” tambahnya.
Pernyataan tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi dalam sambutannya yang penuh dengan makna mendalam. Beliau menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas diresmikannya Taman dan Monumen KP II R.M. Bambang Soeprapto sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh pejuang Polri yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan bangsa. Menurutnya, ide pembangunan monumen ini berawal dari inisiatif dan komunikasi erat dengan pihak ahli waris, serta didukung penuh oleh jajaran Korps Brimob Polri, dengan peran penting dari Brigjen Pol Yopie Indra P. Sepang dalam proses perencanaan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang.
“Monumen ini bukan hanya sekadar tugu yang berdiri tegak, melainkan merupakan lambang dari semangat perjuangan dan pengabdian yang tinggi kepada negara. Pentingnya monumen ini sebagai sarana edukasi sejarah tidak dapat diabaikan, terutama bagi generasi muda Polri dan masyarakat umum agar tidak pernah melupakan jasa dan pengorbanan para pendahulu yang telah berjuang dengan segenap kekuatan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ini sejalan dengan pesan yang pernah disampaikan oleh Presiden pertama kita, Ir. Soekarno: ‘Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah,’” tegas Gubernur Jawa Tengah dengan suara yang penuh semangat dan penghormatan.
Setelah penyampaian sambutan resmi dari berbagai pihak, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan prasasti monumen yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, didampingi oleh Wali Kota Semarang, Ketua Umum PKBB, Komandan Korps Brimob Polri, dan ahli waris KP II R.M. Bambang Soeprapto. Prasasti yang bertuliskan sejarah perjuangan almarhum dan makna dibangunnya monumen ini kemudian ditandatangani sebagai bukti resmi bahwa Taman dan Monumen KP II R.M. Bambang Soeprapto telah resmi diresmikan dan siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Prosesi berikutnya adalah penyerahan secara simbolis Taman dan Monumen KP II R.M. Bambang Soeprapto dari Paguyuban Keluarga Besar Brimob kepada Pemerintah Kota Semarang. Penyerahan dilakukan oleh Ketua Umum PKBB Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo yang menyerahkan cermin simbolis kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dengan didampingi oleh Bapak R.M. Haryono Eddyarto sebagai ahli waris. Penyerahan ini menandakan bahwa pengelolaan dan pemeliharaan taman serta monumen selanjutnya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang sebagai fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat.
Puncak kegiatan peresmian ditandai dengan penekanan sirene oleh Gubernur Jawa Tengah yang disambut dengan suara ledakan kembang api yang meriah dan meramaikan suasana. Bunyi sirene yang terdengar dengan jelas menjadi tanda bahwa Taman dan Monumen KP II R.M. Bambang Soeprapto telah resmi diresmikan dan siap untuk menjadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa serta sarana edukasi bagi generasi muda. Setelah itu, seluruh hadirin diajak untuk melakukan tur bersama ke sekitar taman dan monumen, dengan penjelasan dari pihak PKBB mengenai makna setiap bagian dari monumen yang dirancang dengan sangat teliti dan penuh makna.
Taman dan Monumen KP II R.M. Bambang Soeprapto yang seluas kurang lebih 2 hektar ini dirancang dengan konsep yang menggabungkan unsur sejarah dan keindahan alam. Di tengah taman berdiri patung KP II R.M. Bambang Soeprapto yang setinggi 5 meter, dengan berbagai relief di sekelilingnya yang menggambarkan peristiwa penting dalam perjuangan almarhum selama Perang Lima Hari dan masa-masa perjuangan kemerdekaan lainnya. Selain itu, taman juga dilengkapi dengan ruang informasi yang berisi dokumentasi sejarah tentang almarhum, serta area terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beraktivitas dan belajar sejarah.
Dalam pidato penutupnya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang akan menjadikan Taman dan Monumen KP II R.M. Bambang Soeprapto sebagai salah satu destinasi edukasi sejarah bagi masyarakat Kota Semarang dan wisatawan yang berkunjung. Menurutnya, pihaknya akan melakukan pemeliharaan yang baik terhadap taman dan monumen, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif seperti kunjungan belajar bagi siswa-siswa sekolah dan pelatihan nilai-nilai kepahlawanan bagi masyarakat muda.
“Kami sebagai Pemerintah Kota Semarang sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mengelola taman dan monumen yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi ini. Kami berkomitmen untuk menjaga kelestarian monumen dan menjadikannya sebagai tempat yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat, terutama untuk memberikan pendidikan sejarah kepada generasi muda agar mereka dapat menghargai kemerdekaan yang telah diperoleh dengan susah payah oleh para pahlawan bangsa,” ujar Wali Kota Semarang.
Acara peresmian yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh penghormatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama oleh seluruh tamu undangan dan hadirin penting, serta doa bersama yang dipimpin oleh Pembina Agama Polri Jenderal Bintang Dua (Purn) H. Miftahuddin, S.Ag., M.Ag. Suasana yang penuh rasa hormat dan bangga terhadap jasa para pejuang kemerdekaan terasa sangat kuat di antara seluruh hadirin, dengan harapan bahwa nilai-nilai perjuangan yang telah ditunjukkan oleh KP II R.M. Bambang Soeprapto akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda, dalam membangun negeri yang lebih baik dan sejahtera.
(red)
