
Madura, 7 Februari 2026 – Pondok Pesantren Gedangan Kabupaten Sidoarjo meriahkan perayaan ulang tahun ke-93 (Milad) sekaligus menyelenggarakan Haflatul Ikhtibar Madrasah Miftahul Thullab ke-68 tahun. Acara tahunan yang digelar di kompleks pesantren tersebut menjadi ajang berkumpulnya seluruh komponen masyarakat, termasuk santri, alumni, guru, serta keluarga besar pesantren untuk merayakan perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam ini dalam mencetak generasi yang berkualitas dan bertaqwa.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Gedangan, KH. Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelangsungan pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1933. Menurutnya, perjalanan hampir satu abad yang ditempuh tidaklah mudah, namun dengan dukungan dari seluruh pihak dan keikhlasan para pendidik serta pengurus, pesantren mampu terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di wilayah Jawa Timur.
“Pada tahun 1933, pendiri Pondok Pesantren Gedangan, KH. Muhammad Zainuddin, mengemban amanah untuk mendirikan lembaga yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga pendidikan umum agar santri dapat bersaing di dunia modern. Sampai saat ini, visi tersebut tetap menjadi landasan kami dalam mengembangkan pendidikan di sini,” ujar KH. Abdul Mu’ti.
Madrasah Miftahul Thullab sendiri didirikan pada tahun 1958 sebagai bagian dari upaya pesantren untuk menyediakan pendidikan formal yang terpadu dengan pendidikan agama. Selama 68 tahun, madrasah ini telah mencetak ribuan lulusan yang tidak hanya memiliki keahlian dalam bidang agama, tetapi juga berbagai bidang ilmu pengetahuan lainnya seperti ilmu sosial, eksakta, serta teknologi informasi.
Acara perayaan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan bermakna. Di hari pertama, dilakukan prosesi ziarah ke makam pendiri pesantren dan tokoh-tokoh yang berjasa bagi perkembangan Pondok Pesantren Gedangan, diikuti dengan ceramah agama yang menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga pendidikan Islam ternama di Indonesia.
Pada hari kedua, acara mencapai puncaknya dengan pementasan seni budaya dari santri, pemberian penghargaan kepada alumni berprestasi, serta penandatanganan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta untuk memfasilitasi kelanjutan pendidikan santri setelah menyelesaikan studi di pesantren. Selain itu, juga dilakukan peluncuran program baru bernama “Santri Berwawasan Digital”, yang bertujuan untuk memberikan keterampilan teknologi informasi kepada seluruh santri agar dapat mengikuti perkembangan zaman.
“Saat ini, kita tidak hanya fokus pada pendidikan agama dan umum semata, tetapi juga pada pengembangan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Program Santri Berwawasan Digital ini dirancang untuk mempersiapkan santri agar mampu bersaing di era digital dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” jelas Kepala Madrasah Miftahul Thullab, Hj. Nurhayati.
Banyak alumni yang datang dari berbagai penjuru Indonesia untuk merayakan perayaan ini. Salah satu alumni tahun 1995, yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Fauzi, menyampaikan rasa bangganya terhadap perkembangan pesantren dan madrasah yang telah mencetak dirinya menjadi orang yang sekarang.
“Tanpa pendidikan yang saya dapatkan di Pondok Pesantren Gedangan dan Madrasah Miftahul Thullab, saya tidak akan mencapai apa yang saya capai saat ini. Pesantren tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan yang sangat berharga,” ujar Muhammad Fauzi.
Dalam kesempatan tersebut, juga diumumkan bahwa pihak pesantren akan melakukan perluasan fasilitas pembelajaran serta penambahan program studi baru di Madrasah Miftahul Thullab mulai tahun ajaran baru 2026/2027. Program studi yang akan ditambahkan antara lain adalah Teknik Informatika dan Manajemen Bisnis Syariah, yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi calon santri yang ingin melanjutkan pendidikan di lembaga ini.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Abdul Mu’ti, dengan harapan agar Pondok Pesantren Gedangan dan Madrasah Miftahul Thullab dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan Islam dan bangsa Indonesia, serta tetap menjadi tempat pembinaan generasi muda yang bertaqwa, cerdas, dan berkepribadian mulia.
(red)

