
Kab. Semarang, 7 Januari 2026 — Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., mendampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., beserta rombongan para pejabat teras Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro, melaksanakan kunjungan kerja dan tinjauan langsung ke kompleks Benteng Willem I yang terletak di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Kunjungan yang dilakukan pada hari ini memiliki tujuan utama untuk membahas secara mendalam kemajuan perkembangan serta upaya optimalisasi fungsi Benteng Willem I, yang tidak hanya diakui sebagai salah satu peninggalan bersejarah penting di wilayah Jawa Tengah, tetapi juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah, edukasi, dan budaya yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Selama tinjauan, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyampaikan bahwa Benteng Willem I menyimpan jejak penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya terkait dengan periode penjajahan dan perjuangan kemerdekaan. “Benteng ini bukan hanya batu bata dan tembok yang berdiri kokoh, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan nenek moyang kita. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab, agar nilai sejarahnya tetap terjaga sekaligus dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi sekarang dan mendatang,” ujarnya.
Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael menambahkan bahwa pihak Kodim dan Korem siap mendukung penuh upaya pengembangan Benteng Willem I guna mencapai target yang telah ditetapkan. “Kami akan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan benteng ini berjalan dengan baik. Mulai dari pemeliharaan struktur fisik hingga penyusunan program edukasi dan promosi sebagai destinasi wisata, semua akan direncanakan dengan matang,” jelasnya.
Dalam pertemuan yang diadakan setelah tinjauan lapangan, para pejabat juga membahas beberapa poin kunci terkait rencana pengembangan, antara lain penyempurnaan fasilitas pendukung wisata, penataan zona edukasi yang akan menyajikan informasi sejarah secara interaktif, serta kerja sama dengan sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan untuk menggelar kunjungan belajar sejarah ke lokasi benteng.
Benteng Willem I yang dibangun pada abad ke-19 tersebut telah melalui beberapa tahap pemeliharaan selama ini. Dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang tepat ke depannya, diharapkan benteng ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Semarang, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi sejarah yang efektif bagi generasi muda serta masyarakat luas untuk lebih memahami dan menghargai nilai-nilai perjuangan bangsa.
(red)
