Dugaan Pembunuhan Sadis di Nganjuk: Ayah Kandung Dihabisi Anak Angkat dan Kekasih, Jasad Dikubur Sembunyi-sembunyi

NGANJUK – Kabar duka mendalam menyelimuti warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Seorang pria bernama Gatot Tri Wahyu Widodo (53 tahun) tewas menjadi korban pembunuhan dengan cara yang sangat mengenaskan di kediamannya sendiri. Kejadian yang menggemparkan warga ini diduga dilakukan oleh anak angkat perempuannya sendiri yang berinisial DM (19 tahun) bersama kekasihnya, NJS (28 tahun).
Peristiwa keji ini terjadi saat korban sedang dalam kondisi sakit dan tidak memiliki daya untuk melawan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, kedua pelaku telah merencanakan tindakan tersebut dengan matang. DM selaku anak angkat korban diduga bertindak sebagai eksekutor utama yang menggorok leher Gatot, sementara kekasihnya, NJS, bertugas melumpuhkan korban agar tidak dapat berteriak maupun melakukan perlawanan sedikitpun.
Setelah memastikan korban tewas, kedua pelaku melakukan tindakan yang tidak kalah mengerikan untuk menutupi jejak kejahatan mereka. Jasad korban dikuburkan secara sembunyi-sembunyi di bagian samping rumah. Untuk menyamarkan lokasi dan menghilangkan bau serta jejak, mereka menumpuk gedebog pisang dan genting di atas makam korban. Tindakan ini dilakukan seolah-olah tidak terjadi apa-apa agar kejahatan tersebut tidak segera diketahui oleh tetangga maupun kerabat dekat.
Pihak kepolisian sementara waktu menduga motif utama pembunuhan ini berkaitan dengan hubungan asmara antara DM dan NJS yang tidak mendapatkan restu dari korban. Selain itu, pelaku juga menyampaikan tuduhan bahwa korban sering bersikap kasar kepadanya. Namun, keterangan tersebut dibantah tegas oleh warga sekitar yang sudah lama mengenal sosok Gatot. Warga menuturkan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat baik hati, rendah hati, dan sangat menyayangi serta merawat anak angkatnya itu dengan penuh kasih sayang layaknya anak kandung sendiri.
Kehidupan pelarian kedua tersangka tidak berlangsung lama. Tim Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Nganjuk berhasil menangkap mereka di Jalan Jenderal S. Parman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis dini hari, 16 Juli 2026, sekira pukul 01.00 WIB. Sebelum akhirnya tertangkap, kedua pelaku diketahui sempat melarikan diri ke beberapa daerah, termasuk wilayah Pasuruan, namun jejak mereka berhasil dilacak hingga ke Sidoarjo.
Saat ini, kedua tersangka telah dibawa ke Mapolres Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap seluruh rangkaian kejadian, kronologi lengkap, serta kebenaran di balik motif yang sebenarnya. Pihak kepolisian terus mendalami perkara ini agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan transparan.
Keluarga besar serta warga Nganjuk turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Gatot Tri Wahyu Widodo. Semoga almarhum husnul khotimah, diterima segala amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran yang luas dalam menghadapi musibah ini.
(red)
