
Ambon, 23 Desember 2025 – Di tengah deburan ombak perairan Maluku, KRI Dorang-874 menjadi panggung sakral bagi serah terima jabatan komandan. Kolonel Laut (P) Hapsoro A. Purbaningtyas, S.H., M.PM., CHRMP., Komandan Satuan Kapal Patroli (Satkopat) Komando Daerah Angkatan Laut (Koarmada) IX, memimpin langsung upacara yang menandai estafet kepemimpinan di salah satu ujung tombak pengamanan maritim Indonesia Timur ini.
Bukan di dermaga megah, bukan pula di aula berpendingin, upacara sengaja digelar di geladak KRI Dorang-874. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Geladak kapal, dengan segala keterbatasannya, justru menghadirkan nuansa maritim yang kental, mengingatkan setiap prajurit akan tugas dan tanggung jawabnya menjaga kedaulatan laut Nusantara.
“Upacara di geladak ini adalah simbol. Simbol bahwa tugas kita ada di laut, bukan di darat. Simbol bahwa kita adalah penjaga perbatasan, bukan sekadar pengawal upacara,” tegas Kolonel Hapsoro dalam amanatnya yang lantang.
KRI Dorang-874, bukan sekadar besi apung. Kapal patroli ini adalah mata dan telinga TNI AL di wilayah perbatasan. Ia berpatroli tanpa lelah, mengawasi setiap jengkal perairan, memastikan tidak ada aktivitas ilegal yang mengancam keamanan dan stabilitas negara. Pergantian komandan adalah momentum krusial, memastikan kapal ini tetap beroperasi dengan optimal.
Kolonel Hapsoro, dengan pengalaman yang malang melintang di berbagai penugasan, memahami betul arti penting sebuah kepemimpinan. Ia menekankan bahwa seorang komandan bukan hanya seorang atasan, melainkan juga seorang pemimpin, seorang guru, dan seorang sahabat bagi seluruh anak buahnya.
“Komandan harus mampu memotivasi anak buah, memberikan teladan yang baik, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Komandan juga harus berani mengambil keputusan yang tepat, meskipun dalam situasi yang sulit,” pesannya.
Upacara berlangsung sederhana namun khidmat. Suara ombak dan deru mesin kapal menjadi latar musik yang alami, menambah suasana sakral. Para prajurit KRI Dorang-874 tampak tegap dan gagah, siap menerima komandan baru mereka.
Usai serah terima jabatan, Kolonel Hapsoro menyempatkan diri berdialog dengan para prajurit. Ia mendengarkan keluhan mereka, memberikan solusi, dan memotivasi agar terus semangat dalam bertugas. Ia juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga disiplin, profesionalisme, dan soliditas.
“Kita adalah keluarga besar TNI AL. Kita harus saling mendukung, saling membantu, dan saling mengingatkan. Jangan ada perpecahan di antara kita. Bersama-sama, kita kuat. Bersama-sama, kita mampu menjaga kedaulatan laut Indonesia,” pesannya.
Serah terima jabatan komandan KRI Dorang-874 bukan sekadar pergantian personel. Ini adalah momentum penyegaran, penguatan, dan peningkatan kesiapan operasional. Di tengah tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks, TNI AL terus berbenah diri, memastikan setiap kapal dan setiap prajurit siap sedia menjaga kedaulatan negara.
Di perairan Maluku yang bergelombang, KRI Dorang-874 terus berlayar. Dengan komandan baru dan semangat yang baru pula, kapal ini siap menjalankan tugasnya, menjaga laut Indonesia dari segala ancaman. Satkopdaeral IX, sebagai bagian dari Koarmada III, terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas maritim di wilayah Indonesia Timur
(red)

