TNI-POLRI NASIONAL

PANGKORMAR TERIMA PAPARAN RENCANA GARIS BESAR LATIHAN TERINTEGRASI TNI TAHUN ANGGARAN 2026

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut, Jakarta – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menerima paparan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Terintegrasi TNI Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Markas Komando Brigade Infanteri 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/07/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memantapkan kesiapan seluruh unsur dalam rangka penyelenggaraan latihan gabungan yang berskala besar tersebut.

Penerimaan paparan ini turut dihadiri oleh Kepala Staf Korps Marinir, Inspektur Korps Marinir, sejumlah Pejabat Utama Korps Marinir, Komandan Pasmar 1, serta Komandan Pusat Latihan Marinir. Sementara itu, Komandan Pasmar 2, Komandan Pasmar 3, dan Komandan Pusat Latihan Pur Marinir 9 Dabo Singkep turut mengikuti jalannya kegiatan secara jarak jauh melalui sarana video conference.

Dalam arahannya, Pangkormar menekankan kepada seluruh jajaran bahwa setiap elemen kekuatan tempur wajib dipersiapkan secara maksimal dengan tetap mengutamakan aspek pengamanan personel, materiil, serta faktor keselamatan kerja selama seluruh rangkaian kegiatan latihan berlangsung. Perencanaan yang disusun pun harus matang dan menyeluruh, bahkan memperhitungkan detail kondisi alam seperti pasang surut air pantai guna menjamin kelancaran pelaksanaan latihan pendaratan yang menjadi salah satu ciri khas kemampuan Korps Marinir.

Selain itu, Pangkormar juga menyoroti pentingnya pendalaman pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG) secara menyeluruh. Hal ini bertujuan agar setiap personel, mulai dari tingkat komando hingga prajurit di lapangan, benar-benar memahami tugas pokok, peran, serta tanggung jawab masing-masing dalam setiap tahapan skenario. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan latihan dapat berjalan secara terkoordinasi, terpadu, dan sepenuhnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Pangkormar mengingatkan agar seluruh prajurit terus memantapkan penguasaan gerakan taktis perorangan, kemampuan menggunakan senjata secara profesional, serta menjaga kesiapan mental yang prima di segala situasi. Di samping kemampuan dasar tersebut, pemanfaatan teknologi modern juga harus dimaksimalkan, termasuk penggunaan sarana pendukung seperti drone, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan latihan.

Sejalan dengan skenario yang telah disusun, seluruh unsur kesenjataan Korps Marinir nantinya akan melaksanakan latihan menembak sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian Latihan Terintegrasi TNI TA 2026. Untuk itu, setiap satuan diperintahkan untuk mengintensifkan latihan rutin atau drill di markas masing-masing, guna memantapkan kembali kesiapan personel, materiil, serta prosedur tempur yang berlaku.

“Melalui kesiapan yang dibangun secara optimal dan menyeluruh ini, profesionalisme prajurit petarung Korps Marinir akan kembali dibuktikan kepada publik sebagai kekuatan tempur yang andal, tangguh, dan tidak diragukan kemampuannya dalam setiap pelaksanaan tugas negara,” tegas Pangkormar. Melalui kegiatan paparan ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi yang utuh serta kesiapan yang merata di seluruh unsur yang terlibat dalam mendukung penyelenggaraan latihan nanti. Dengan perencanaan yang matang, koordinasi antarunsur yang solid, serta kesiapan personel dan materiil yang maksimal, seluruh rangkaian Latihan Terintegrasi TNI TA 2026 diharapkan dapat berlangsung dengan aman, lancar, serta mencapai seluruh sasaran yang telah ditetapkan. Hal ini pada akhirnya bertujuan untuk terus meningkatkan kesiapan operasional Korps Marinir dalam mendukung tugas pokok TNI demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *