
Surabaya – Komunitas Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog kembali menggelar Pertemuan Rutin Ke-31 dengan tema “Malam Anggoro Kasih”, yang secara tradisional diselenggarakan setiap Malam Selasa Kliwon. Pada kesempatan ini, acara yang bersifat terbuka untuk umum digelar pada Senin Wage, 12 Januari 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, berlokasi di area Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Jalan Taman Apsari No.1, Kota Surabaya.
Acara “Malam Anggoro Kasih” yang telah berjalan secara berkala menjadi wadah penting bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya untuk berkumpul, mempererat tali silaturahmi, serta belajar bersama tentang nilai-nilai budaya Jawa yang penuh makna. Konsep “Anggoro Kasih” sendiri memiliki filosofi mendalam, yaitu berkaitan dengan rasa kasih sayang yang luas, penghormatan terhadap leluhur, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari identitas budaya lokal Surabaya.
Ketua Panitia Pelaksana, H. Sutrisno, menjelaskan bahwa pertemuan rutin kali ini memiliki rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan manfaat ganda bagi peserta. “Kita tidak hanya ingin menyediakan ruang untuk berkumpul, tetapi juga ingin mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dalam budaya Jawa yang kaya akan nilai-nilai luhur. Selain itu, acara ini juga menjadi bentuk penghormatan kita terhadap Arca Joko Dolog sebagai cagar budaya yang memiliki makna sejarah penting bagi Kota Surabaya,” ujarnya dalam keterangan pers sebelum acara dimulai.
Rangkaian kegiatan yang disajikan pada Malam Anggoro Kasih Ke-31 meliputi:
- Kidung/Tembang Jawa: Penampilan pertunjukan kidung dan tembang Jawa yang dinyanyikan oleh kelompok seni lokal, dengan lirik yang mengandung pesan moral dan filosofi kehidupan. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan seni tradisional yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.
- Doa Lintas Agama: Sesion doa dan doa bersama yang diisi oleh pemuka agama dari berbagai keyakinan, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan agama tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersatu dalam rasa kasih sayang dan harapan akan kebaikan bersama.
- Sinau Budaya: Materi pembelajaran budaya yang disampaikan oleh narasumber ahli budaya Jawa, membahas tentang filosofi Arca Joko Dolog, tradisi-tradisi lokal Surabaya, serta nilai-nilai budaya yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Ramah Tamah: Sesi bertemu dan berkomunikasi secara langsung antar peserta, dilengkapi dengan hidangan khas Jawa yang disajikan secara gotong royong, memperkuat suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Selain rangkaian utama tersebut, komunitas Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog juga menyediakan fasilitas tambahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Di sekitar lokasi acara, terdapat tempat untuk terapi tradisional/alternatif, konsultasi medis dan non-medis, serta layanan konsultasi spiritual yang dipimpin oleh para ahli dan dukun yang berpengalaman. Fasilitas ini disediakan secara cuma-cuma sebagai bentuk pengabdian komunitas kepada masyarakat.
Wali Kota Surabaya yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya, Dra. Lina Wijayanti, M.Si., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara “Malam Anggoro Kasih”. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk melestarikan budaya lokal dan memperkuat kohesi sosial masyarakat. Kota Surabaya yang dikenal sebagai kota yang maju juga perlu menjaga akar budayanya agar identitas kita tetap terjaga,” ujarnya.
Peserta yang datang dari berbagai wilayah di Surabaya dan sekitarnya menyampaikan rasa senang dan manfaat yang mereka peroleh dari acara ini. Siti Nurhaliza, seorang mahasiswa yang menghadiri acara untuk kedua kalinya, mengatakan, “Saya sangat suka dengan suasana yang penuh kedamaian di sini. Selain bisa menikmati kidung Jawa yang indah, saya juga belajar banyak tentang nilai-nilai budaya yang bisa saya terapkan dalam kehidupan saya sehari-hari.”
Komunitas Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog juga mengungkapkan harapan agar acara “Malam Anggoro Kasih” dapat terus berjalan dan semakin banyak menarik minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk terlibat dalam pelestarian budaya dan pemupukan rasa persatuan antar umat beragama. “Kita berharap acara ini tidak hanya menjadi pertemuan rutin, tetapi juga menjadi gerakan yang dapat membawa dampak positif bagi kemajuan masyarakat dan keutuhan bangsa,” tutup H. Sutrisno.
Informasi lebih lanjut mengenai acara “Malam Anggoro Kasih” dan kegiatan komunitas Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog dapat diakses melalui akun media sosial @abdidalem_jokodolog, nomor kontak 082245536587, atau alamat email abdidalemeyangjokodolog@gmail.com. Acara selanjutnya akan kembali diselenggarakan pada Malam Selasa Kliwon berikutnya, dengan harapan dapat terus menjadi wadah kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
(red)
