
Balikpapan – Di tengah hiruk pikuk kota Balikpapan, sentuhan kebaikan dan kepedulian terasa begitu hangat. Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melalui para Polwan dan Bhayangkari Daerah Kaltim menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Pada Senin (29/12/25), kegiatan sosial berupa penyaluran tali asih dilaksanakan dengan penuh haru dan kebersamaan, memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Polwan Biro Perencanaan Polda Kaltim ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata dari kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan. Dua lokasi menjadi saksi bisu kebaikan hati para srikandi Bhayangkara ini, yakni Ruang Ekraf Gedung Parkir Klandasan di Jalan Jenderal Sudirman, serta di lingkungan warga RT.26 Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota.
Kompol Rosa Asmiranty Namrus: “Kami Hadir untuk Berbagi, Mendengar, dan Menyentuh Hati Masyarakat”
Di bawah kepemimpinan Kompol Rosa Asmiranty Namrus, S.Sos., bersama Bhayangkari Daerah Kaltim, kegiatan berbagi ini berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Kompol Rosa, dengan senyum ramahnya, menyapa setiap penerima bantuan dan memberikan semangat kepada mereka untuk terus berjuang dalam menghadapi kesulitan hidup.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan, mendengarkan keluh kesah, dan menyentuh hati masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu ada untuk masyarakat, dalam suka maupun duka,” ujar Kompol Rosa dengan nada tulus.
Para Polwan dan anggota Bhayangkari dengan sigap menyalurkan bantuan berupa paket sembako, pakaian layak pakai, serta uang tunai kepada para penerima. Senyum bahagia terpancar dari wajah para penerima bantuan, seolah beban hidup yang selama ini mereka pikul sedikit terangkat oleh kebaikan hati para abdi negara ini.
Kisah Ibu Rina: “Bantuan Ini Sangat Berarti Bagi Kami”
Salah satu penerima bantuan, Ibu Rina, seorang janda dengan tiga orang anak, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan dari para Polwan dan Bhayangkari. Dengan suara terbata-bata, ia menceritakan bagaimana sulitnya menghidupi ketiga anaknya setelah ditinggal suaminya meninggal dunia.
“Saya hanya bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Penghasilan saya tidak seberapa, sementara kebutuhan hidup semakin meningkat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami sangat berterima kasih kepada para Polwan dan Bhayangkari yang telah peduli dengan nasib kami,” ujar Ibu Rina dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Ibu Rina hanyalah satu dari sekian banyak kisah pilu yang dialami oleh masyarakat rentan di Balikpapan. Kemiskinan, pengangguran, dan berbagai masalah sosial lainnya masih menjadi tantangan yang berat bagi pemerintah dan masyarakat.
Lebih dari Sekadar Bantuan Materi: Sentuhan Kemanusiaan yang Menginspirasi
Kegiatan sosial yang dilakukan oleh Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari Daerah Kaltim ini tidak hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga sentuhan kemanusiaan yang menginspirasi. Para penerima bantuan merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan hidup.
“Kami merasa sangat terharu dengan kebaikan hati para Polwan dan Bhayangkari. Mereka tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi kepada kami untuk terus berjuang. Kami merasa seperti memiliki keluarga baru yang selalu siap mendukung kami,” ujar Bapak Joko, seorang penerima bantuan lainnya. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi para Polwan dan anggota Bhayangkari yang terlibat. Mereka merasa bersyukur dapat berbagi kebahagiaan dengan sesama dan mendapatkan pengalaman berharga yang tidak dapat dinilai dengan materi.
(red)
