Nasional TNI POLRI

POLWAN POLRES LHOKSEUMAWE GELAR TRAUMA HEALING DAN PENYALURAN BANTUAN UNTUK ANAK-ANAK PAUD KB SAYANG BUNDA ACEH UTARA – PROGRAM POLWAN PEDULI KEMANUSIAAN BANTU PEMULIHAN PSIKOLOGIS PASCABANJIR DALAM SUASANA CERIA

TNI-Polri nasional

Lhokseumawe, 8 Januari 2026 – Personel Wanita Kepolisian (Polwan) Polres Lhokseumawe telah sukses menggelar kegiatan trauma healing sekaligus penyaluran bantuan kepada anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KB Sayang Bunda yang berlokasi di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, pada hari Rabu (07/01/2026). Kegiatan yang diselenggarakan sebagai bagian dari program Polwan Peduli Kemanusiaan ini disambut dengan antusias oleh seluruh anak-anak dan para guru di lembaga tersebut, dengan berbagai aktivitas bermain dan belajar yang dirancang khusus untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak pasca terjadinya banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Wilayah Desa Lancok merupakan salah satu daerah yang terkena dampak banjir akibat luapan sungai pada akhir Desember 2025, yang menyebabkan banyak rumah warga terendam air dan memaksa sebagian masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Meskipun kondisi alam sudah mulai pulih dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing, dampak psikologis dari kejadian tersebut masih terasa, terutama bagi anak-anak yang mengalami ketakutan dan kekhawatiran selama masa banjir berlangsung.

Kegiatan trauma healing yang dilaksanakan oleh Polwan Polres Lhokseumawe dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan sambutan hangat dari Kepala PAUD KB Sayang Bunda Ibu Siti Nurhaliza, yang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak kepolisian yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada anak-anak di lembaga tersebut. Menurutnya, kehadiran Polwan tidak hanya memberikan bantuan materi yang sangat dibutuhkan, tetapi juga memberikan semangat baru dan kebahagiaan bagi anak-anak yang masih dalam proses pemulihan setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polwan Polres Lhokseumawe yang telah datang ke lembaga kami untuk memberikan trauma healing dan bantuan kepada anak-anak kami. Banyak anak-anak kami yang masih merasa takut setiap kali hujan deras atau melihat genangan air setelah kejadian banjir. Kegiatan yang diselenggarakan hari ini sangat membantu mereka untuk kembali ceria dan merasa aman kembali. Semoga kerja sama yang baik antara pihak kepolisian dengan lembaga pendidikan seperti kami dapat terus berlanjut di masa depan,” ujar Ibu Siti Nurhaliza dengan suara yang penuh emosi.

Setelah sambutan resmi, kegiatan berlanjut dengan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk membuat anak-anak merasa senang dan terlupakan akan masa-masa sulit yang mereka alami. Polwan yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyusun berbagai permainan edukatif dan kreatif, seperti permainan tali melompat, mewarnai gambar, membangun menara dari balok kayu, serta permainan musik sederhana yang dapat melibatkan seluruh anak-anak secara aktif. Selama bermain, Polwan juga berinteraksi erat dengan anak-anak, memberikan semangat dan nasihat serta mendengarkan cerita mereka tentang pengalaman selama banjir.

Salah satu personel Polwan yang terlibat dalam kegiatan ini, Bripka Rina Dewi, mengaku merasa sangat senang dapat membantu anak-anak dalam proses pemulihan psikologis mereka. Menurutnya, anak-anak sangat mudah menerima kehadiran pihak kepolisian dan dengan cepat kembali menunjukkan wajah ceria mereka setelah beberapa saat bermain bersama.

“Kami merasa sangat bahagia dapat berada di sini bersama anak-anak yang luar biasa ceria ini. Meskipun mereka pernah mengalami kejadian yang cukup menyakitkan hati, namun dengan sedikit perhatian dan permainan yang menyenangkan, mereka dapat kembali menunjukkan sisi ceria mereka. Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan psikologis mereka dan membantu mereka untuk kembali fokus pada pembelajaran serta aktivitas sehari-hari seperti biasa,” jelas Bripka Rina Dewi.

Tak hanya kegiatan trauma healing melalui permainan dan interaksi, Polwan Polres Lhokseumawe juga menyerahkan bantuan materi yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dan lembaga PAUD KB Sayang Bunda. Bantuan yang diberikan meliputi berbagai jenis kebutuhan pokok dan perlengkapan anak-anak, antara lain:

  • Beras sebanyak 5 karung dengan total berat 250 kilogram
  • Makanan instan seperti mie instan dan biskuit sebanyak 10 dus
  • Pampers bayi berbagai ukuran sebanyak 5 dus
  • Selimut tebal sebanyak 30 buah untuk membantu anak-anak tetap hangat di musim penghujan
  • Makanan kaleng seperti sarden dan susu kaleng sebanyak 8 dus
  • Perlengkapan kebersihan seperti sabun mandi, sabun cuci tangan, sampo, dan tissue sebanyak 12 paket
  • Mainan edukatif seperti puzzle, alat tulis warna, buku cerita bergambar, dan permainan konstruksi sebanyak 15 set
  • Perlengkapan pembelajaran seperti buku tulis, pensil, penghapus, dan tas sekolah sebanyak 50 buah untuk seluruh anak-anak di lembaga tersebut

Setelah proses penyerahan bantuan selesai, seluruh anak-anak, guru, dan personel Polwan berkumpul untuk makan bersama dengan menu makanan yang disiapkan oleh pihak lembaga dengan bantuan dari Polwan. Suasana makan bersama yang penuh keceriaan menjadi puncak dari kegiatan yang diselenggarakan pada hari itu, dengan anak-anak senang berbagi makanan dan cerita dengan teman-teman mereka serta dengan personel Polwan yang telah menjadi sahabat mereka dalam waktu singkat.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada hari Kamis (08/01/2026), Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Polwan Polres Lhokseumawe merupakan bagian dari program Polwan Peduli Kemanusiaan yang telah menjadi program tetap dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.

“Kegiatan trauma healing dan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Polwan Polres Lhokseumawe kepada anak-anak PAUD KB Sayang Bunda ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami tidak hanya berperan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai sahabat anak dan mitra sosial yang siap memberikan bantuan serta perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Program Polwan Peduli Kemanusiaan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pihak kepolisian dengan masyarakat, serta membantu pemulihan kondisi masyarakat yang terkena dampak bencana alam atau masalah sosial lainnya,” jelas Kombes Pol. Joko Krisdiyanto dengan suara yang penuh semangat.

Beliau juga menambahkan bahwa Polda Aceh akan terus mendukung dan mengembangkan berbagai program kemanusiaan seperti ini di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana atau mengalami kesulitan merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Polri sebagai institusi negara yang bertugas melayani dan melindungi kepentingan rakyat.

“Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan cakupan program kemanusiaan yang kami gelar. Selain memberikan bantuan materi, kami juga akan terus melakukan kegiatan yang bertujuan untuk membantu pemulihan psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang sangat rentan terhadap dampak negatif dari kejadian bencana alam. Kami berharap bahwa dengan program ini, kami dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Aceh,” tambah Kabid Humas Polda Aceh.

Kepala Polres Lhokseumawe AKBP Muhammad Syahrul, S.H., M.H., yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi anak-anak di wilayah Kabupaten Aceh Utara, terutama mereka yang terkena dampak banjir. Menurutnya, Polres Lhokseumawe siap untuk memberikan bantuan tambahan jika diperlukan dan akan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti dinas pendidikan, dinas sosial, dan organisasi masyarakat untuk memberikan dukungan yang komprehensif bagi pemulihan kondisi masyarakat.

“Kami akan terus mengawasi perkembangan kondisi anak-anak dan masyarakat di wilayah yang terkena dampak banjir. Jika diperlukan, kami siap untuk memberikan bantuan tambahan dan melakukan kegiatan serupa di lembaga pendidikan lainnya yang membutuhkan. Kami juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya dan memberikan manfaat yang maksimal,” jelas AKBP Muhammad Syahrul.

Para orang tua murid PAUD KB Sayang Bunda yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak kepolisian. Siti Aminah (32 tahun), orang tua salah satu murid di lembaga tersebut, mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan dan merasa senang melihat anaknya kembali ceria setelah bermain bersama dengan Polwan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polwan yang telah memberikan bantuan dan waktu untuk bermain bersama dengan anak-anak kami. Setelah kejadian banjir, anak saya sering menangis dan takut sendirian di rumah, namun setelah hari ini bermain bersama dengan Polwan, saya melihat dia kembali ceria dan bahagia. Bantuan sembako dan perlengkapan anak-anak juga sangat membantu kami dalam menghadapi kesulitan ekonomi pascabanjir,” ujar Siti Aminah dengan mata yang berkaca-kaca.

Kegiatan trauma healing dan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Polwan Polres Lhokseumawe ini menjadi bukti nyata dari komitmen Polri untuk selalu berada di tengah masyarakat dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Melalui program Polwan Peduli Kemanusiaan ini, diharapkan dapat mempererat hubungan antara pihak kepolisian dengan masyarakat serta membantu proses pemulihan kondisi masyarakat yang terkena dampak bencana alam atau masalah sosial lainnya, khususnya bagi anak-anak yang merupakan harapan dan masa depan bangsa Indonesia.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, personel Polwan Polres Lhokseumawe berpisah dengan penuh kasih sayang dengan anak-anak dan para guru di PAUD KB Sayang Bunda. Mereka berjanji akan kembali mengunjungi lembaga tersebut untuk memberikan dukungan dan bantuan lebih lanjut jika diperlukan, serta untuk memastikan bahwa anak-anak dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa beban psikologis yang berat akibat kejadian banjir yang mereka alami.

(red)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *