
MAUMERE, 1 Januari 2026 – Sinyal handphone milik pelatih Valencia yang hilang bersama kapal KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Selat Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) malam sempat terdeteksi dua kali di kawasan sekitar pulau tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Budi Widjaja, pendamping keluarga istri pelatih Valencia, kepada wartawan pada malam Kamis (31/12/2025), yang menyebutkan bahwa sinyal berhasil tercatat oleh sistem pada tanggal 27 dan 28 Desember 2025.
Menurut Budi Widjaja, sinyal pertama kali terdeteksi pada tanggal 27 Desember 2025 pukul 01.00 WITA, pada malam hari setelah kejadian tenggelamnya kapal. Kemudian, sinyal tersebut kembali terdeteksi pada sore hari tanggal 28 Desember 2025, memberikan harapan bagi keluarga bahwa lokasi korban mungkin bisa ditentukan dengan lebih akurat.
“Di tanggal 27 Desember 2025 pada jam 01.00 WITA, malam itu terdeteksi sinyal diterima oleh handphone korban. Kemudian di tanggal 28 Desember sore juga terdeteksi adanya sinyal tersebut,” jelas Budi Widjaja dalam jumpa pers yang digelar di sekitar Kantor SAR Maumere.
KOORDINASI DENGAN KOMDIGI, MEMINTA BANTUAN INTERPOL KARENA NOMOR BERASAL DARI SPANYOL
Karena nomor handphone yang terdaftar merupakan nomor internasional dari Spanyol, pihak keluarga pun melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) serta mengajukan tembusan ke luar negeri untuk meminta bantuan Interpol dalam melacak lokasi sinyal handphone tersebut. Upaya ini dilakukan guna memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan dapat memberikan informasi yang jelas terkait dengan posisi terakhir perangkat tersebut.
“Kita berkoordinasi dengan Komdigi lalu tembusan ke luar negeri untuk meminta bantuan Interpol karena nomor yang terdaftar itu nomor internasional, nomor dari Spanyol. Tadi malam kita mendapat informasi tembusan dari Komdigi bahwa ada dua titik koordinat yang tanggal 27 dan 28 ditemukan sinyal terakhir,” ujar Budi Widjaja.
Dia menjelaskan bahwa titik koordinat yang pertama ditemukan pada tanggal 27 Desember berada di kawasan Selatan Pulau Padar, mendekati arah Pulau Rinca atau tepatnya di wilayah dekat bagian selatan Pulau Rinca. Sedangkan sinyal yang terdeteksi pada tanggal 28 Desember berada di bagian utara Pulau Padar, tepatnya di lokasi yang dikenal sebagai Batu Tiga.
“Sinyal yang pertama itu ditemukan di Selatan Pulau Padar mendekati ke Pulau Rinca atau mata mendekati selatan Pulau Rinca. Tanggal 28 ditemukan lagi sinyal itu di utara dari Padar Utara tepatnya itu di Batu Tiga,” tambahnya.
SAR MAUMERE TELAH MENELUSURI TITIK KORDINAT, TAPI HASILNYA NIHIL
Menanggapi informasi tentang dua titik koordinat yang ditemukan oleh Komdigi, Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa pihaknya telah segera melakukan operasi pencarian di lokasi-lokasi tersebut. Namun, setelah melakukan penyelidikan dan pencarian secara menyeluruh, tim SAR belum menemukan jejak korban maupun barang bukti yang terkait dengan kejadian tenggelamnya kapal.
“Kita sudah mencoba mencari di lokasi tersebut hasilnya adalah nihil. Tim SAR telah melakukan penyelidikan dari permukaan air hingga dengan bantuan alat pendukung seperti sonar, namun tidak ditemukan adanya objek yang dapat diidentifikasi sebagai korban atau bagian dari kapal KM Putri Sakinah,” ungkap Fathur Rahman.
Dia menjelaskan bahwa kondisi cuaca dan arus air di kawasan Selat Pulau Padar menjadi salah satu faktor yang memperbesar tantangan dalam operasi pencarian. Meskipun demikian, tim SAR tetap berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencarian dengan segala kemampuan yang dimiliki, serta akan terus mengkoordinasikan dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi tambahan yang dapat membantu dalam menemukan korban yang masih hilang.
LATAR BELAKANG KEJADIAN: KM PUTRI SAKINAH TENGGELAM PADA 26 DESEMBER, 11 ORANG DI BAWAH KAPAL, 2 KORBAN BELUM DITEMUKAN
Sebelumnya diketahui, kapal pinisi KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar pada malam Jumat (26/12/2025). Menurut laporan dari Kompas.com, kapal tersebut mengangkut total 11 orang, yang terdiri dari enam wisatawan asing asal Spanyol, seorang pemandu wisata lokal, dan empat orang anak buah kapal (ABK).
Keenam wisatawan asing tersebut merupakan satu keluarga besar, yaitu keluarga dari pelatih Valencia yang belum disebutkan nama lengkapnya. Hingga saat ini, operasi pencarian masih berlangsung karena masih ada dua korban yang belum ditemukan – pelatih Valencia itu sendiri dan kedua anaknya. Korban lain yang telah ditemukan dan diidentifikasi telah melalui proses hukum dan koordinasi dengan kedutaan Spanyol untuk pengembalian jenazah ke negara asal mereka.
“Kita terus berdoa agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan, sehingga keluarga bisa mendapatkan kejelasan dan dapat melakukan proses pemakaman sesuai dengan adat istiadat mereka. Tim SAR bekerja tanpa henti, baik pada siang maupun malam hari, untuk mengejar setiap kesempatan yang ada,” ujar Fathur Rahman dengan nada penuh penghormatan.
KOMITMEN MEMBERIKAN FAKTA JERNIH, DUKUNGAN UNTUK JURNALISME YANG TRANSPARAN
Dalam situasi yang penuh tantangan ini, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelidikan dan pelaporan kejadian ini berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat, jernih, dan transparan dari lapangan. Setiap perkembangan terkait dengan operasi pencarian maupun temuan baru akan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka, guna menghindari penyebaran informasi salah yang dapat menyebabkan kekhawatiran yang tidak perlu bagi keluarga maupun masyarakat luas.
Bagi mereka yang ingin memberikan dukungan terhadap upaya jurnalisme yang bertujuan untuk menyampaikan fakta dan informasi yang benar, dapat mengirimkan apresiasi khusus melalui saluran yang telah disediakan oleh media massa yang meliput kejadian ini. Dukungan tersebut akan menjadi energi tambahan bagi para jurnalis untuk terus bekerja keras di lapangan dan memberikan laporan yang objektif serta bertanggung jawab.
Sumber: Informasi dari Budi Widjaja (pendamping keluarga korban) dan Fathur Rahman (Kepala Kantor SAR Maumere), serta laporan sebelumnya dari
Dalam segala situasi, kami berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme yang transparan dan bertanggung jawab.
(*)
