
Surabaya – Gangguan pasokan air bersih yang kerap melanda Surabaya bukan hanya sekadar masalah teknis, tetapi sudah menjadi ancaman serius bagi ekonomi lokal dan kesehatan masyarakat. Perbaikan pipa bocor berdiameter 500mm di Margomulyo pada Selasa, 18 November 2025, yang menyebabkan jutaan warga terdampak, adalah alarm bagi Pemkot Surabaya untuk segera berinvestasi pada ketahanan kota terhadap krisis air.
Dampak Ekonomi: Industri dan UMKM Merugi, Produktivitas Terganggu
Gangguan air berdampak langsung pada sektor industri dan UMKM di Surabaya. Banyak pabrik dan usaha kecil yang terpaksa menghentikan produksi karena kekurangan air. Hal ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan dan mengancam lapangan kerja.
“Kami sangat dirugikan dengan adanya gangguan air ini. Produksi kami terpaksa berhenti karena tidak ada air untuk proses produksi. Kami berharap Pemkot Surabaya segera mengatasi masalah ini,” ujar Bapak Herman, pemilik pabrik tekstil di kawasan Rungkut Industri.
UMKM yang bergerak di bidang kuliner, laundry, dan jasa lainnya juga merasakan dampak yang sama. Mereka terpaksa mengurangi jam operasional atau bahkan menutup usaha sementara karena kekurangan air.
Ancaman Kesehatan: Risiko Penyakit Meningkat, Kualitas Hidup Menurun
Krisis air juga mengancam kesehatan masyarakat Surabaya. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak. Hal ini meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, seperti diare, demam berdarah, dan penyakit kulit.
“Kami khawatir dengan kesehatan anak-anak kami. Kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi dan mencuci pakaian. Kami takut anak-anak kami terkena penyakit,” ujar Ibu Sumiati, warga Tambak Sari.
Selain itu, gangguan air juga menurunkan kualitas hidup warga Surabaya. Mereka harus antri berjam-jam untuk mendapatkan air dari tangki-tangki yang disediakan oleh PDAM. Hal ini tentu sangat merepotkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Investasi Ketahanan Kota: Solusi Jangka Panjang untuk Krisis Air
Untuk mengatasi krisis air secara permanen, Pemkot Surabaya perlu berinvestasi pada ketahanan kota, yaitu kemampuan kota untuk bertahan dan pulih dari berbagai guncangan, termasuk krisis air. Investasi ini meliputi:
. Diversifikasi Sumber Air: Tidak hanya mengandalkan air dari Sungai Brantas, tetapi juga mencari sumber air alternatif, seperti air laut yang diolah menjadi air bersih (desalinasi), air hujan yang ditampung, dan air tanah yang dikelola secara berkelanjutan.
. Pengurangan Kebocoran Pipa: Mengganti pipa-pipa tua yang rentan bocor dengan pipa-pipa baru yang lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, perlu dilakukan pemeliharaan rutin dan deteksi kebocoran secara dini.
. Penggunaan Teknologi Cerdas: Menerapkan teknologi cerdas untuk memantau dan mengelola sistem air secara real-time. Teknologi ini dapat membantu mendeteksi kebocoran, mengoptimalkan distribusi air, dan mengelola permintaan air.
. Konservasi Air: Mendorong masyarakat untuk menghemat air dengan memberikan insentif bagi yang hemat dan disinsentif bagi yang boros. Selain itu, perlu dilakukan edukasi tentang pentingnya konservasi air.
. Tata Ruang yang Berkelanjutan: Mengatur tata ruang kota agar tidak mengganggu sumber-sumber air dan daerah resapan air. Selain itu, perlu dibangun lebih banyak ruang terbuka hijau untuk meningkatkan resapan air.
Partisipasi Masyarakat: Kunci Keberhasilan Ketahanan Kota
Ketahanan kota terhadap krisis air tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Surabaya sangat dibutuhkan. Masyarakat dapat berkontribusi dengan:
Menghemat Air: Menggunakan air secara bijak dan tidak membuang-buang air. Melaporkan Kebocoran: Segera melaporkan jika melihat ada kebocoran pipa atau penggunaan air yang ilegal. Menampung Air Hujan: Menampung air hujan untuk digunakan untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan, atau keperluan lainnya. Mendukung Program Pemerintah: Mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap krisis air.
Krisis air di Surabaya adalah masalah serius yang membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Dengan berinvestasi pada ketahanan kota dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, Surabaya dapat menjadi kota yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
(red)
