
Kabupaten Kediri – Dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan jelang pertandingan sepak bola Liga 1 antara Persik Kediri dan Arema FC yang akan digelar di Stadion Brawijaya Kediri, Polres Kediri berhasil mengamankan sejumlah supporter Arema FC yang berasal dari Kota Malang. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (10/01/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di wilayah Kecamatan Kandangan, tepat di perbatasan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Malang, setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa kelompok tersebut diduga berniat melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat (onar).
Kejadian bermula ketika Tim Patroli Gabungan Polres Kediri yang melakukan pengawasan di sepanjang jalur masuk wilayah Kediri mendeteksi adanya sebuah konvoi kendaraan yang membawa sejumlah orang dengan ciri-ciri supporter klub sepak bola tertentu. Setelah dilakukan pengamatan lebih lanjut, petugas menemukan bahwa kelompok tersebut tidak memiliki surat izin resmi untuk melakukan kegiatan atau berkumpul di wilayah Kediri, serta terdapat indikasi bahwa mereka berniat untuk menciptakan kerusuhan jelang laga yang akan dimulai pada malam hari tersebut.
Dengan mengambil langkah cepat dan tepat, petugas kemudian menghentikan konvoi tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggota kelompok. Setelah dilakukan proses pendataan identitas, diketahui bahwa mereka merupakan supporter Arema FC dari berbagai wilayah di Kota Malang, dengan jumlah total sebanyak 27 orang. Selama pemeriksaan, tidak ditemukan barang bukti yang dapat membahayakan keamanan, namun pihak kepolisian tetap mengambil langkah pencegahan dengan mengamankan mereka untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas yang tidak diinginkan.
Setelah proses pendataan dan penyampaian pemahaman terkait pentingnya menjaga ketertiban selama pertandingan sepak bola, pihak Polres Kediri kemudian melakukan tindakan humanis dengan mengawal seluruh supporter tersebut untuk dipulangkan ke rumah masing-masing di Kota Malang. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk upaya preventif dan edukatif, bukan sebagai tindakan penindakan yang keras, dengan harapan para supporter dapat memahami pentingnya menjaga nama baik klub serta menjaga keharmonisan antar supporter dari berbagai klub.
Kapolres Kediri, Kombes Pol. Bambang Susanto, S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari upaya proaktif untuk menjamin kelancaran dan keamanan pertandingan sepak bola. “Kami sangat menghargai antusiasme masyarakat dan supporter terhadap sepak bola, namun hal tersebut harus tetap berada dalam batasan hukum dan ketertiban. Kami telah melakukan berbagai langkah persiapan, termasuk penguatan patroli dan koordinasi dengan pihak klub serta panitia pertandingan, untuk memastikan laga berjalan dengan aman dan kondusif,” ujarnya.
Polres Kediri juga mengimbau seluruh supporter dari kedua klub untuk selalu menjaga sikap sportif dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu ketertiban. Pihak kepolisian telah menyiapkan pasukan pengamanan yang cukup untuk mengawal pertandingan mulai dari sebelum laga berlangsung hingga setelah laga selesai. Selain itu, masyarakat yang melihat adanya indikasi gangguan ketertiban dapat segera melaporkannya melalui nomor darurat 110 atau kontak resmi Polres Kediri yang telah disediakan.
Hingga saat ini, situasi di sekitar Stadion Brawijaya Kediri dan sepanjang jalur akses terpantau aman dan kondusif. Pihak panitia pertandingan juga telah mengimbau supporter untuk datang ke stadion menggunakan moda transportasi umum atau kendaraan pribadi dengan tertib, serta mematuhi peraturan yang berlaku di dalam dan sekitar lokasi pertandingan.
(red)
